Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global

Vania Rossa

Jum'at, 10 April 2026 | 15:23 WIB
Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global
Pakar Geopolitik Timur Tengah, Dina Sulaeman. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Pakar geopolitik Dina Sulaeman memperingatkan konflik di Selat Hormuz dapat memicu krisis global pada sektor digital dan pangan.
  • Iran menargetkan 17 korporasi teknologi besar Amerika Serikat yang diduga mendukung kepentingan militer dalam konflik di Gaza.
  • Gangguan di Selat Hormuz berisiko mengguncang stabilitas ekonomi Amerika Serikat melalui ketergantungan pasar obligasi terhadap negara kawasan Teluk.

Suara.com - Selat Hormuz kini tidak lagi hanya dipandang sebagai jalur utama distribusi energi dunia melalui pengiriman minyak dan gas. Pakar Geopolitik Timur Tengah, Dina Sulaeman, memperingatkan bahwa konflik di kawasan tersebut berpotensi memicu krisis global yang lebih luas, mencakup sektor digital, pangan, hingga stabilitas ekonomi Amerika Serikat (AS).

Ia menjelaskan bahwa Selat Hormuz menyimpan infrastruktur strategis berupa jaringan fiber optik yang menjadi tulang punggung teknologi dan komunikasi global. Selain itu, jalur laut ini juga menjadi lintasan penting bagi berbagai komoditas strategis yang menopang industri masa depan, seperti helium dan bahan baku pupuk.

“Jadi Selat Hormuz ini memang betul-betul penting. Tadi ada serat optik, lalu kapal yang lalu-lalang di sana tidak hanya membawa minyak dan gas, tapi juga helium yang penting untuk industri AI. Terus kemudian urea dan sulfur yang untuk pupuk dan kebergantungan dunia terhadap fertilizer,” ujar Dina dalam kanal YouTube Bambang Widjojanto, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, gangguan di Selat Hormuz dapat memicu rantai krisis yang sistematis. Ketegangan di jalur tersebut berpotensi mengancam ketahanan pangan global karena terhambatnya distribusi bahan baku pupuk.

Target 17 Korporasi Teknologi AS

Selain jalur perdagangan, Dina juga menyoroti potensi eskalasi konflik di ranah teknologi. Ia menyebut Iran dikabarkan mengincar 17 korporasi teknologi besar asal Amerika Serikat yang dinilai memberikan dukungan teknologi dan kapasitas penyimpanan data untuk kepentingan militer tertentu, termasuk dalam konflik di Gaza.

Beberapa perusahaan yang disebut antara lain Amazon, Microsoft, Google, Nvidia, Meta, hingga Starlink. Dina secara khusus menyoroti perusahaan teknologi analisis data Palantir yang disebut berperan dalam sistem pengawasan berbasis teknologi.

“Palantir itu yang terkenal banget. Palantir itu sangat membantu IL dalam perangnya di Ga**, karena IL ini punya teknologi untuk mendeteksi orang-orang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi semacam itu membutuhkan kapasitas penyimpanan data yang sangat besar, sehingga perusahaan-perusahaan teknologi global yang menyediakan infrastruktur digital turut menjadi perhatian.

baca juga

“Karena itu kan butuh data yang sangat besar, storage yang sangat besar. Dan yang membantu secara teknologi itu salah satunya Palantir. Nah ini salah satu yang ditarget oleh Iran juga, dalam Amazon, Microsoft, Google, Nvidia ada 17, Meta, Starlink juga,” tambahnya.

Potensi Efek Domino bagi Ekonomi AS

Dina juga menyoroti potensi dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk terhadap Amerika Serikat. Ia menilai anggapan bahwa AS tidak terlalu bergantung pada Selat Hormuz merupakan pandangan yang keliru jika dilihat dari perspektif ekonomi global.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa negaranya tidak terlalu membutuhkan Selat Hormuz karena memiliki cadangan minyak sendiri.

Namun menurut Dina, ketergantungan AS tidak hanya berkaitan dengan pasokan minyak, tetapi juga dengan struktur pembiayaan ekonominya yang bergantung pada pasar obligasi.

“Amerika Serikat pun misalnya kan Trump itu kan sesumbarnya gini, ‘kita nggak butuh-butuh amat tuh Selat Hormuz. Kita punya minyak sendiri’. Tapi kan kalau kita lihat ekonominya Amerika itu kan bergantung pada surat utang, obligasi. Pembelinya siapa? Pembelinya adalah negara-negara Teluk dan Eropa yang mereka semuanya juga bergantung sama Selat Hormuz,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!

AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 14:48 WIB

Beda dari Selat Hormuz Iran, Apa Peran Selat Malaka bagi Indonesia?

Beda dari Selat Hormuz Iran, Apa Peran Selat Malaka bagi Indonesia?

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 11:54 WIB

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

×