Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 09 April 2026 | 23:08 WIB
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
Dedi, peternak ayam kampung dan maggot di Lombok Timur, NTB. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
baca 10 detik
  • Dedi, peternak di Lombok Timur, membudidayakan maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk ayam kampungnya.
  • Budidaya maggot berhasil menekan biaya pakan hingga 70 persen sekaligus menjadi solusi pengolahan sampah organik rumah tangga warga.
  • Wahana Visi Indonesia memberikan dukungan fasilitas biopon kepada Dedi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan potensi ekonomi larva tersebut.

Suara.com - Di tengah melambungnya harga pakan ternak pabrikan, seorang peternak ayam kampung bernama Dedi menemukan solusi jitu yang tidak hanya menguntungkan kantong, tetapi juga lingkungan.

Sejak sekitar tahun 2022, pria yang tinggal di salah satu desa di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB, itu menekuni budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) sebagai alternatif pakan tinggi protein untuk unggasnya.

Hasilnya luar biasa. Dedi mengaku mampu menekan biaya pakan hingga 70 persen. Bahkan, dalam kondisi tertentu, ia memberikan maggot segar secara penuh (full) kepada ternaknya tanpa campuran pakan lain.

“Awalnya saya belajar terus dari berbagai artikel dan melihat teman-teman di Lombok Barat yang sudah besar budidayanya. Maggot ini kandungan proteinnya tinggi, sangat cocok untuk efisiensi pakan unggas,” ujar Dedi saat ditemui di Lombok Timur, Kamis (9/4/2026).

Maggot yang dikelola oleh Dedi, di Lombok Timur, NTB. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Maggot yang dikelola oleh Dedi, di Lombok Timur, NTB. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Solusi Sampah Rumah Tangga

Bagi Dedi, maggot bukan sekadar urusan perut ternak. Ia melihat larva lalat ini sebagai solusi permasalahan sampah organik di lingkungannya.

Berbekal semangat swadaya, ia mengumpulkan sampah organik dari lebih 30 rumah tangga di sekitarnya.

Efektivitas maggot dalam mengurai sampah memang tak diragukan. Satu kilogram maggot dewasa mampu menghabiskan hingga 7 kilogram sampah organik hanya dalam satu hari.

“Saya kadang mengambil sendiri sampahnya ke rumah warga," kata dia.

baca juga

"Masalah bau biasanya muncul kalau media pakan terlalu basah, tapi itu bisa diatasi dengan mencampurkan dedak agar tetap kering,” jelasnya.

Selain maggot, sisa proses penguraian atau kasgot (bekas maggot) juga bisa dimanfaatkan sebagai kompos tanaman.

Dedi, peternak ayam kampung dan maggot di Lombok Timur, NTB saat berbincang dengan perwakilan dari WVI. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Dedi (tengah), peternak ayam kampung dan maggot di Lombok Timur, NTB saat berbincang dengan perwakilan dari WVI. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Sinergi dengan Wahana Visi Indonesia

Perjalanan Dedi mengembangkan budidaya maggot kini semakin mantap berkat dukungan dari Wahana Visi Indonesia (WVI).
Sebelum adanya bantuan, Dedi mengaku usahanya sempat "pincang" karena keterbatasan fasilitas, terutama wadah budidaya atau biopon.

Project Coordinator MARVEL East Lombok, Maria Natalia Pratiwi, menjelaskan bahwa pihaknya memang sengaja menyasar aktor lokal yang sudah memiliki inisiatif seperti Dedi.

"Kami fokus mengembangkan potensi yang sudah ada. Membangun SDM dari nol dalam program dua tahun itu sulit, jadi kami bersinergi dengan sosok menonjol seperti Dedi di bidang maggot atau kelompok Seruni di bank sampah," ungkap Maria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang

Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:17 WIB

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:05 WIB

Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!

Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:31 WIB

Solusi Atasi Sampah Jakarta, Anggota DPRD Dorong Pemprov Gandeng Pengusaha Maggot!

Solusi Atasi Sampah Jakarta, Anggota DPRD Dorong Pemprov Gandeng Pengusaha Maggot!

News | Senin, 09 Maret 2026 | 16:30 WIB

Jaksa Bongkar Akal Bulus Proyek Chromebook, Manipulasi E-Katalog Rugikan Negara Rp9,2 Miliar

Jaksa Bongkar Akal Bulus Proyek Chromebook, Manipulasi E-Katalog Rugikan Negara Rp9,2 Miliar

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 21:06 WIB

Terkini

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

×