Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 16:11 WIB
Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
Presiden Prabowo Subianto di Gedung Bundar Kejaksaan Agung di Jakarta. [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah]
  • Presiden Prabowo Subianto berhasil menjaga stabilitas nasional dan ketahanan demokrasi selama dua tahun kepemimpinannya di Indonesia.
  • Indeks Kemerdekaan Pers tahun 2025 meningkat menjadi 69,44, menunjukkan kebebasan media tetap terjaga tanpa intervensi sistemik negara.
  • Pemerintah menerapkan penegakan hukum agresif di BUMN serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam merespons aspirasi masyarakat sipil.

Suara.com - Memasuki tahun kedua kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, wajah politik Indonesia menampilkan potret yang menarik: stabil namun tetap dinamis. Di bawah kendali Prabowo, stabilitas keamanan nasional berhasil dijaga dengan tetap menjunjung tinggi prosedur demokrasi yang disiplin.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai bahwa kekhawatiran awal mengenai kemunduran demokrasi di era ini tidak terbukti. Sebaliknya, sistem politik Indonesia menunjukkan kekuatan yang tak terduga.

“Demokrasi Indonesia yang seringkali dianggap rapuh justru menunjukkan resiliensi atau daya tahan yang luar biasa di bawah komando yang tegas Presiden Prabowo,” kata Iwan Setiawan dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Kemerdekaan Pers yang Terjaga

Salah satu sorotan utama dalam dua tahun terakhir adalah ruang gerak masyarakat sipil dan media massa. Iwan menekankan bahwa peran media sebagai watchdog atau anjing penjaga demokrasi tetap berfungsi optimal tanpa intervensi sistemik dari penguasa.

Data Dewan Pers memperkuat fakta ini. Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2025 tercatat berada di angka 69,44 (kategori cukup bebas), mengalami kenaikan tipis dibandingkan skor tahun 2024 yang sebesar 69,36.

“Berdasarkan data laporan tahunan mengenai kebebasan pers, posisi Indonesia tetap berada dalam kategori yang stabil. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa tidak adanya kebijakan sensor media yang dikoordinasikan oleh negara, serta tetap aktifnya kanal-kanal kritik di media sosial,” ujar Iwan.

Legitimasi demokrasi di mata publik pun tetap solid. Survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan bahwa 73,9 persen masyarakat sepakat Indonesia adalah negara demokratis. Angka ini menjadi bukti bahwa fondasi politik nasional masih mendapat kepercayaan besar dari rakyat.

'Bersih-Bersih' BUMN dan Penegakan Hukum

Kestabilan politik di era Prabowo juga diiringi dengan penegakan hukum yang agresif. Pemerintah tidak segan-segan melakukan aksi "bersih-bersih", terutama di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui kolaborasi KPK dan Kejaksaan Agung.

Namun, ketegasan ini tidak berarti menutup pintu diskusi. Iwan melihat pemerintah saat ini lebih memilih pendekatan ‘tanding narasi’ di ruang digital dibandingkan melakukan pembungkaman. Setiap kritik dijawab dengan data dan penjelasan kebijakan yang transparan.

“Dinamika unjuk rasa dan penyampaian pendapat di muka umum juga tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Aparat keamanan dalam dua tahun terakhir menunjukkan pendekatan yang lebih persuasif dan humanis dalam mengawal aksi massa,” ucap Iwan.

Kedewasaan Berpolitik

Pada akhirnya, stabilitas yang tercipta saat ini dianggap sebagai refleksi dari kedewasaan demokrasi. Pemerintah dinilai telah memahami bahwa kekuatan politik yang sejati lahir dari pengelolaan perbedaan pendapat, bukan penghapusan suara kritis.

Menurut Iwan, kebebasan sipil kini telah bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan roda pembangunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:43 WIB

Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

News | Senin, 13 April 2026 | 15:28 WIB

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

News | Senin, 13 April 2026 | 12:41 WIB

Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan

Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan

News | Senin, 13 April 2026 | 12:06 WIB

Terkini

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:19 WIB

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:18 WIB

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 16:02 WIB

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:47 WIB

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:43 WIB

Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI

Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:39 WIB

Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut

Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut

News | Senin, 13 April 2026 | 15:29 WIB

Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

News | Senin, 13 April 2026 | 15:28 WIB

Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

News | Senin, 13 April 2026 | 15:24 WIB