Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2026 | 17:55 WIB
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
Fenomena alam yang mengejutkan terjadi di kota Netivot ketika koloni lebah dalam jumlah masif menduduki area perkotaan. (GBnews)
baca 10 detik
  • Jutaan lebah menyerbu kota Netivot di Israel sehingga warga harus mengunci diri di rumah.

  • Otoritas setempat melarang penduduk mendekati kerumunan lebah yang menempel di kendaraan dan balkon.

  • Fenomena migrasi lebah ini dipicu oleh cuaca hangat dan proses pencarian sarang koloni baru.

Meskipun terlihat sangat mengancam bagi warga awam, para ahli berusaha memberikan penjelasan ilmiah terkait perilaku kolektif serangga tersebut.

Kejadian yang tidak biasa ini memicu perdebatan di media sosial, bahkan ada yang mengaitkannya dengan teks-teks keagamaan.

"Dan hal itu akan terjadi pada hari itu, bahwa Tuhan akan mendesis memanggil lalat yang ada di bagian sungai paling ujung di Mesir, dan bagi lebah yang ada di tanah Asyur," tulis salah satu pengguna mengutip Yesaya 7:18.

Kutipan tersebut merujuk pada narasi kuno tentang peringatan akan datangnya kekuatan dari luar yang akan menghakimi suatu wilayah.

Namun, dari sisi biologi, peningkatan suhu udara memang sering memicu aktivitas lebah menjadi jauh lebih agresif dan aktif.

Angin musim semi yang hangat di wilayah Timur Tengah mempercepat proses mekarnya bunga yang menjadi daya tarik bagi serangga.

Risiko Keamanan dan Penjelasan Pakar Lingkungan

Fenomena serupa sebenarnya pernah terjadi di berbagai belahan dunia lain, termasuk di wilayah Britania Raya pada tahun lalu.

Meskipun terlihat sangat menakutkan bagi manusia, lebah yang sedang berpindah sebenarnya sedang dalam kondisi mencari tempat tinggal baru.

Setiap kelompok besar yang terlihat di langit Netivot tersebut diperkirakan bisa terdiri dari puluhan ribu ekor individu lebah.

Para ahli menjelaskan bahwa lebah yang sedang dalam proses berpindah biasanya tidak seagresif lebah yang sedang menjaga sarang.

Tanpa adanya markas permanen atau sarang yang harus dipertahankan, tingkat bahaya sengatan massal sebenarnya bisa diminimalisir secara prosedur.

Kota Netivot merupakan pusat aktivitas ekonomi di bagian selatan Israel yang kini sedang berjuang mengatasi gangguan ekosistem mendadak ini.

Kejadian ini dimulai pada hari Rabu ketika gelombang serangga pertama kali terlihat memasuki area pusat perbelanjaan sebelum menyebar ke perumahan.

Otoritas lingkungan setempat saat ini sedang berkoordinasi dengan para peternak lebah profesional untuk merelokasi koloni tersebut tanpa merusak populasi.

Perubahan iklim dan transisi musim di wilayah tersebut diduga menjadi faktor utama yang mendorong migrasi besar-besaran serangga ini ke wilayah perkotaan.

Meskipun situasi masih dalam pemantauan, penduduk diminta tetap waspada hingga seluruh jalur transportasi dan area publik dinyatakan bersih dari lebah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran

Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:58 WIB

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religius Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religius Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:36 WIB

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:14 WIB

Terkini

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

×