Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!

Muhammad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 16 April 2026 | 22:36 WIB
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan peringatan keras kepada seluruh kadernya di tengah situasi dunia yang sedang bergejolak. [Dok. PDIP]
  • Megawati Soekarnoputri memberikan peringatan keras kepada kader PDIP agar tetap berintegritas dan bekerja maksimal melayani rakyat di lapangan.
  • Menyikapi ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, Megawati memerintahkan kepala daerah PDIP segera melakukan penghematan anggaran serta memprioritaskan ketahanan pangan.
  • Megawati mewajibkan pengurus daerah melakukan transparansi keuangan dan rutin mengadakan rapat mingguan guna memastikan partai menjadi solusi bagi masyarakat.

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan peringatan keras kepada seluruh kadernya di tengah situasi dunia yang sedang bergejolak.

Saat membuka penguatan organisasi bagi pengurus daerah di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis (16/4/2026), Presiden ke-5 RI ini menegaskan bahwa integritas dan kepekaan terhadap rakyat adalah harga mati.

Megawati bahkan tak segan melontarkan ancaman bagi kader yang hanya duduk manis di zona nyaman dan abai terhadap nasib rakyat di bawah.

I’ll give you a hard warning (saya akan memberikan peringatan keras) kepada kader yang tidak mau bekerja secara maksimal di lapangan. Dilarang korupsi. Turun ke bawah rasakan denyut kehidupan rakyat. Di situlah kalian akan memahami politik sebagai kehidupan,” tegas Megawati dalam arahannya, Kamis (16/4/2026).

Soroti Selat Hormuz dan Perintah Irit Anggaran

Di hadapan jajaran elite DPP dan ratusan Ketua, Sekretaris, serta Bendahara (KSB) se-Indonesia, Megawati lalu membedah ancaman geopolitik global.

Ia menyoroti ketegangan Iran-Israel di Selat Hormuz yang diyakini bakal memukul ekonomi domestik.

Merespons hal itu, ia menitahkan para kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDIP untuk segera melakukan manuver penghematan.

“Saya sudah perintahkan agar para kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDI Perjuangan mengambil kebijakan terobosan untuk melakukan penghematan anggaran. Kedepankan sense of priority and urgency. Pastikan kebutuhan pangan rakyat. Buat mobilisasi kerja padat karya,” ujarnya lugas.

Megawati juga membedah tata kelola internal partai secara blak-blakan.

Ia meminta manajemen keuangan di daerah dilakukan secara transparan dan meminta kantor-kantor partai dihidupkan sebagai wadah mencari solusi bagi rakyat, bukan sekadar pajangan.

“Kalau Bendahara, uang jangan dikekep sendiri (dipegang sendiri). Kita punya tabungan-tabungan dana abadi loh. Ketua harus bisa mengguyubkan orang-orangnya. Sekretaris itu tanggung jawab jalannya partai,” jelas Megawati.

Ia bahkan mewajibkan pengurus daerah menggelar rapat rutin setiap hari Selasa.

“Bikin dong kebiasaan rapat. Yang satu cari masalahnya apa, yang kedua cari solusinya. Jadi ini terus berjalan,” tambahnya.

Bukan Sekadar Menang Pemilu 2029

Senada dengan Megawati, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Ideologi Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa Sekolah Partai adalah "jantung" untuk memanaskan mesin partai menuju 2029.

Hasto menyebut kepercayaan rakyat adalah modal utama, sementara Djarot menekankan pentingnya aspek manajerial agar organisasi bergerak optimal memenangkan hati rakyat.

Bagi Megawati, target akhir partai berlambang banteng ini jauh lebih besar daripada sekadar urusan angka elektoral.

“Kemenangan bagi kita bukan sekadar kemenangan elektoral. Kemenangan bagi kita adalah ketika rakyat merasakan kehadiran partai. Ketika rakyat merasakan keadilan. Saya hanya ingin partai ini tetap tegak menjadi sokoguru bagi negara dan bangsa,” pungkasnya menutup arahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel

Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel

Foto | Kamis, 16 April 2026 | 18:00 WIB

Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar

Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!

Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:43 WIB

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:39 WIB

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:20 WIB

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:07 WIB

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB