Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon

Arief Apriadi

Jum'at, 17 April 2026 | 11:21 WIB
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
Agenda licik Donald Trump di balik genjatan senjata Lebanon terungkap. AS coba tutupi tekanan Republik Islam Iran dan gunakan taktik adu domba untuk pecah belah rakyat. [Dok. Gemini]
baca 10 detik
  • Pengumuman genjatan senjata oleh Donald Trump dinilai sebagai taktik manipulatif untuk menyembunyikan fakta bahwa AS menyerah pada tekanan diplomatik Republik Islam Iran.
  • AS dan Zionis Israel sengaja meminggirkan peran kelompok Perlawanan dalam kesepakatan guna memicu perpecahan internal dan menyebarkan perselisihan di tengah rakyat Lebanon.
  • Narasi kesepakatan dengan pemerintah Lebanon dianggap sebagai upaya 'cuci tangan' Israel yang sebelumnya telah melakukan lebih dari 400 serangan brutal tanpa memedulikan kedaulatan Beirut.

Suara.com - Pengumuman mendadak mengenai genjatan senjata di Lebanon oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dicurigai sebagai manuver manipulatif untuk menutupi keberhasilan tekanan diplomatik luar biasa dari Republik Islam Iran.

Menyitat media Iran, Tasnim News, mereka menilai langkah sepihak Washington ini dianggap sebagai upaya licik untuk mengaburkan peran Poros Perlawanan yang selama ini menjadi tembok penghalang bagi agresi militer Zionis Israel di kawasan Asia Barat.

Alih-alih mengakui realitas di lapangan, Donald Trump bersama sekutu dekatnya justru mencoba membingkai kesepakatan ini sebagai keberhasilan negosiasi eksklusif dengan pemerintah Beirut guna memicu perpecahan internal di Lebanon.

Upaya Menghapus Jejak Diplomasi Iran

Kondisi geopolitik di Iran saat ini masih dianggap sebagai persoalan yang belum tuntas oleh sebagian besar warga Amerika Serikat. (Gemini AI)
Kondisi geopolitik di Iran saat ini masih dianggap sebagai persoalan yang belum tuntas oleh sebagian besar warga Amerika Serikat. (Gemini AI)

Tekanan serius yang diberikan oleh Republik Islam Iran terhadap pihak Amerika Serikat untuk segera menerapkan genjatan senjata sebenarnya bukan lagi menjadi rahasia bagi publik internasional.

Berbagai sumber media, baik dari kawasan Timur Tengah maupun Barat, telah mengonfirmasi bahwa keteguhan Teheran dalam membela kedaulatan Lebanon menjadi faktor kunci yang memaksa AS mengambil langkah mundur.

Namun, Donald Trump bersama lingkaran pejabat Zionis Israel kini secara aktif berupaya memutus narasi keterlibatan Iran dalam proses tercapainya perdamaian sementara tersebut.

Mereka dengan sengaja menghubungkan pencapaian genjatan senjata ini murni sebagai hasil pembicaraan antara Washington, rezim Zionis, dan pemerintah resmi Lebanon.

"Strategi komunikasi ini dijalankan secara masif untuk meremehkan peran krusial kelompok Perlawanan yang secara fisik memberikan perlawanan paling sengit di garis depan pertempuran," demikian pernyataan Tasnim News.

baca juga

Rekam Jejak Kemunafikan Agresi Zionis

Publik perlu mengingat kembali bahwa rezim Zionis Israel telah menyerang wilayah kedaulatan Lebanon lebih dari 400 kali dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir.

Selama periode serangan brutal yang terjadi sebelum meletusnya perang ketiga yang dipaksakan terhadap Iran tersebut, Israel secara konsisten menolak dan mengabaikan segala bentuk seruan genjatan senjata.

Pada saat itu, baik Washington maupun Tel Aviv sama sekali tidak pernah menunjukkan itikad untuk mengundang pemerintah Lebanon dalam meja negosiasi yang setara.

Secara fundamental, para pejabat Amerika Serikat dan Zionis memang tidak pernah memandang pemerintah Lebanon memiliki kekuatan tawar untuk menekan rezim penjajah tersebut.

"Sudut pandang yang tiba-tiba berubah ini menunjukkan bahwa pengakuan terhadap pemerintah Lebanon saat ini hanyalah alat politik demi melayani kepentingan keamanan Israel yang mulai terdesak' tulis Tasnim News.

Taktik Deceptive untuk Memecah Belah Rakyat

Mengenai cara penyampaian pengumuman genjatan senjata ini, situasi yang berkembang menunjukkan adanya langkah penipuan terstruktur dari pihak Gedung Putih.

Amerika Serikat dan Israel ingin menyajikan gencatan senjata ini sebagai "perjanjian resmi" dengan pemerintah Lebanon demi memisahkan dukungan rakyat terhadap kekuatan Perlawanan.

Dengan mengoperasionalkan tekanan genjatan senjata lewat jalur birokrasi, mereka berharap dapat menciptakan disosiasi atau pemisahan antara kepentingan negara dengan kelompok pejuang.

Tasnim News menyebut, agenda tersembunyi ini juga bertujuan untuk mengeksploitasi sensitivitas politik lokal sebagai bagian dari kebijakan jahat mereka dalam menyebarkan perselisihan internal di Lebanon.

Langkah Donald Trump ini dinilai sebagai upaya untuk menanam benih fitnah agar rakyat Lebanon saling mencurigai satu sama lain di tengah reruntuhan akibat serangan musuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya

Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:41 WIB

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:39 WIB

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:02 WIB

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:01 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×