Pasien RI Masih Berobat ke Luar Negeri, Pakar Dorong Integrasi Layanan Kesehatan ASEAN

Vania Rossa

Senin, 20 April 2026 | 16:17 WIB
Pasien RI Masih Berobat ke Luar Negeri, Pakar Dorong Integrasi Layanan Kesehatan ASEAN
Ilustrasi Integrasi Layanan Kesehatan. (Shuttterstock)
baca 10 detik
  • Banyak pasien Indonesia memilih Singapura untuk mendapatkan layanan medis spesialis guna memenuhi kebutuhan kualitas kesehatan yang lebih terintegrasi.
  • Fragmentasi layanan lintas negara berisiko menurunkan efektivitas pengobatan, sehingga diperlukan kesinambungan informasi serta koordinasi antar fasilitas kesehatan secara digital.
  • Dr. Peter Chow menekankan kolaborasi regional melalui pemanfaatan teknologi untuk memperkuat sistem kesehatan, riset, dan efisiensi perawatan bagi masyarakat.

Suara.com - Tren masyarakat Indonesia yang mencari layanan kesehatan ke luar negeri kembali menjadi sorotan. Fenomena ini dinilai bukan sekadar wisata medis, melainkan bagian dari ekosistem kesehatan regional yang semakin terintegrasi, khususnya di kawasan ASEAN.

Selama beberapa tahun terakhir, banyak pasien Indonesia memilih negara seperti Singapura untuk mendapatkan perawatan, mulai dari penanganan penyakit kronis hingga layanan kesehatan spesialis. Kedekatan geografis dan kemudahan akses menjadi faktor pendorong, namun di balik itu terdapat kebutuhan akan kualitas layanan yang lebih terintegrasi.

Pengamat menilai, pola ini mencerminkan adanya hubungan erat antara sistem kesehatan di kawasan, yang tidak lagi bisa dilihat sebagai kompetisi semata, melainkan sebagai peluang kolaborasi.

CEO IHH Healthcare Singapore, Dr. Peter Chow, menyebut pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam memperkuat sistem kesehatan regional.

“Ketika kita memandang kedua negara sebagai bagian dari ekosistem yang saling melengkapi, kita membuka peluang besar bagi riset, inovasi teknologi kesehatan, dan investasi di kawasan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat. Dalam konteks ini, kesehatan tidak hanya menjadi isu sosial, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tantangan: Fragmentasi Layanan dan Kontinuitas Perawatan

Meski akses lintas negara semakin mudah, tantangan utama justru terletak pada kesinambungan layanan. Banyak pasien yang menjalani pengobatan di luar negeri menghadapi kesulitan dalam melanjutkan perawatan ketika kembali ke Indonesia.

Model layanan kesehatan yang masih terfragmentasi berisiko menurunkan efektivitas pengobatan, bahkan meningkatkan biaya akibat duplikasi pemeriksaan atau kurangnya koordinasi antar penyedia layanan.

baca juga

“Ketika pasien berpindah antarnegara, penting bagi sistem kesehatan untuk menjembatani kesinambungan informasi dan koordinasi perawatan. Ini kunci untuk memastikan hasil yang optimal,” jelas Dr. Chow.

Teknologi Jadi Penghubung

Perkembangan teknologi dinilai membuka peluang besar untuk mengatasi tantangan tersebut. Digitalisasi data medis, telemedicine, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi jembatan antar fasilitas kesehatan lintas negara.

Dengan sistem yang terintegrasi, data pasien dapat diakses secara aman oleh tenaga medis di berbagai lokasi, sehingga perawatan menjadi lebih efisien dan terkoordinasi.

Selain itu, teknologi juga memungkinkan kolaborasi antar tenaga medis lintas negara, termasuk diskusi kasus hingga pengambilan keputusan berbasis tim.

Kolaborasi, Bukan Kompetisi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Jakarta: WNA Jerman Dijambret di Tengah Status Kota Teraman ASEAN

Ironi Jakarta: WNA Jerman Dijambret di Tengah Status Kota Teraman ASEAN

News | Senin, 20 April 2026 | 09:43 WIB

Korea Selatan Masuk Negara Paling Rasis di Dunia, Apa Penyebabnya?

Korea Selatan Masuk Negara Paling Rasis di Dunia, Apa Penyebabnya?

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:46 WIB

Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan

Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan

News | Senin, 02 Februari 2026 | 07:49 WIB

Terkini

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

×