Jepang Dihantam Tsunami Pertama usai Gempa Besar 7,5 SR

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 16:51 WIB
Jepang Dihantam Tsunami Pertama usai Gempa Besar 7,5 SR
Lokasi Tsunami Jepang (AFP)
  • Gempa 7,5 magnitudo di pesisir Iwate memicu peringatan tsunami setinggi tiga meter.

  • Pemerintah Jepang menginstruksikan evakuasi massal penduduk ke tempat yang lebih tinggi segera.

  • Fasilitas nuklir di Fukushima dilaporkan tetap aman dan tidak mengalami kerusakan akibat gempa.

Suara.com - Jepang dihantam Tsunami pertama usai gempa besar berkekuatan 7,5 SR. Tsunami menghantam di pesisir utara Jepang.

Sebelumnya otoritas setempat segera mengeluarkan perintah evakuasi darurat bagi penduduk di Prefektur Iwate, Aomori, hingga wilayah Hokkaido.

Guncangan berkekuatan 7,5 magnitudo ini membangkitkan kembali memori kelam bencana besar yang pernah melumpuhkan wilayah Tohoku silam.

Dikutip dari Jepan Times, pemerintah Jepang bergerak cepat dengan mengerahkan helikopter militer guna memantau kerusakan dari udara secara langsung di titik terdampak.

Langkah preventif ini diambil guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa akibat hantaman gelombang laut yang datang mendadak.

Sementara itu, disaksikan Suara.com dari Streaming CNA, penyiar berita di berbagai stasiun televisi nasional terus mengimbau masyarakat untuk menjauhi area sungai dan garis pantai.

Instruksi tegas diberikan agar warga bergerak ke lokasi yang lebih tinggi guna menghindari terjangan air laut.

Pesan peringatan darurat dalam bahasa Inggris pun ditampilkan secara visual guna membantu warga asing yang berada di lokasi.

“Tsunami! Evakuasi!” tulis peringatan di NHK dalam bahasa Inggris untuk non-Jepang.

“Jangan berbalik arah,” lanjut pesan peringatan darurat tersebut sebagai instruksi penyelamatan diri bagi masyarakat.

Titik Pusat dan Kekuatan Guncangan Gempa

Badan Meteorologi Jepang melaporkan bahwa pusat gempa berada di kedalaman sepuluh kilometer di bawah permukaan laut Iwate.

Guncangan ini terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.53 waktu setempat dengan intensitas yang sangat terasa signifikan.

Di beberapa wilayah, skala seismik menunjukkan angka 5 bawah yang mampu menggetarkan bangunan dengan sangat kuat.

Getaran bahkan dirasakan hingga ke wilayah Tokyo yang membuat gedung-gedung tinggi bergoyang selama beberapa menit lamanya.

Meski demikian, pemantauan di pelabuhan mulai menunjukkan adanya kenaikan permukaan air laut yang terpantau lewat kamera pengawas.

Dalam tayangan itu, pelabuhan Kuji telah mencatat kedatangan gelombang tsunami awal dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter di dermaga mereka.

Sementara itu, wilayah Pelabuhan Miyako juga melaporkan adanya kenaikan air setinggi 40 sentimeter tak lama setelah gempa.

Video amatir menunjukkan kapal-kapal di pelabuhan mulai bergoyang akibat dorongan gelombang kecil yang menjadi pembuka tsunami.

Kenaikan air laut juga terdeteksi di Pelabuhan Hachinohe dan Kota Erimo meskipun dalam skala yang lebih rendah.

Instansi terkait memperingatkan bahwa gelombang yang lebih besar kemungkinan masih akan menghantam pesisir dalam waktu dekat.

Respons Cepat Pemerintah dan Mitigasi Bencana

Perdana Menteri Sanae Takaichi langsung memberikan pernyataan resmi terkait kondisi darurat yang tengah dihadapi oleh negaranya tersebut.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan warga terhadap instruksi evakuasi guna menjamin keselamatan nyawa setiap individu di pesisir.

“Saat ini, kami masih memastikan kerusakan material dan dampak terhadap penduduk, tetapi kami akan segera menerima laporan terperinci dan melanjutkan upaya respons bencana,” ujar Takaichi dengan nada bicara yang tampak terengah-engah di depan media.

Angkatan Laut Jepang juga telah menerbangkan helikopter SH-60K untuk melakukan pemindaian kerusakan di sepanjang garis pantai Sanriku.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan jalur komunikasi dan bantuan logistik tetap terjaga di tengah kepanikan massal.

Sektor transportasi publik mengalami lumpuh total sementara waktu akibat pemutusan aliran listrik dan pengecekan jalur rel.

Layanan kereta cepat Shinkansen rute Tohoku dan Akita terpaksa dihentikan guna menghindari kecelakaan akibat kerusakan infrastruktur rel.

Kabar baiknya, otoritas energi memastikan bahwa tidak ada kejanggalan pada fasilitas nuklir Fukushima maupun Onagawa pasca getaran.

Pengecekan ketat tetap dilakukan di area pembangkit listrik tenaga nuklir guna mencegah kebocoran radioaktif seperti peristiwa masa lalu.

Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan adanya guncangan susulan yang diprediksi masih akan terjadi.

Badan Meteorologi Jepang mengingatkan bahwa aktivitas seismik di wilayah tersebut diperkirakan akan tetap tinggi selama sepekan.

Risiko terjadinya gempa dengan kekuatan serupa sangat besar dalam dua hingga tiga hari ke depan setelah guncangan utama.

Fenomena guncangan periode panjang juga tercatat di wilayah Akita yang membuat benda-benda berat di dalam gedung bergeser.

Intensitas guncangan ini mampu membuat orang sulit berdiri tegak dan menyebabkan perabotan rumah tangga yang tidak permanen tumbang.

Beberapa pemerintah daerah tetap mempertahankan status evakuasi hingga kondisi laut dinyatakan benar-benar aman oleh pihak berwenang.

Peringatan tsunami kali ini menjadi pengingat pahit bagi warga Jepang atas tragedi hebat yang terjadi pada 11 Maret 2011.

Bencana kembar gempa bumi dan tsunami saat itu telah merenggut nyawa hampir 20.000 orang di wilayah yang hampir sama.

Selain korban jiwa, ratusan ribu penduduk terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi selama bertahun-tahun lamanya.

Jepang yang berada di wilayah cincin api memang memiliki sistem peringatan dini tercanggih guna menghadapi ancaman alam ini.

Kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat pemerintah menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak destruktif dari bencana geologi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter

PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter

News | Senin, 20 April 2026 | 16:37 WIB

Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan

Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan

News | Senin, 20 April 2026 | 16:07 WIB

Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total

Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total

News | Senin, 20 April 2026 | 15:52 WIB

Terkini

Detik-detik Penembakan Massal di Kampus Iowa AS, 5 Orang Jadi Korban, Pelaku Belum Ditangkap

Detik-detik Penembakan Massal di Kampus Iowa AS, 5 Orang Jadi Korban, Pelaku Belum Ditangkap

News | Senin, 20 April 2026 | 16:39 WIB

PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter

PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter

News | Senin, 20 April 2026 | 16:37 WIB

Ada Apa? Prabowo Mendadak Panggil Sejumlah Menteri dan Bos Pindad ke Istana Siang Ini

Ada Apa? Prabowo Mendadak Panggil Sejumlah Menteri dan Bos Pindad ke Istana Siang Ini

News | Senin, 20 April 2026 | 16:34 WIB

Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni

Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni

News | Senin, 20 April 2026 | 16:32 WIB

Fakta Baru Aksi Pasukan Israel Hancurkan Patung Yesus, IDF: Gak Ada Niat!

Fakta Baru Aksi Pasukan Israel Hancurkan Patung Yesus, IDF: Gak Ada Niat!

News | Senin, 20 April 2026 | 16:20 WIB

Pasien RI Masih Berobat ke Luar Negeri, Pakar Dorong Integrasi Layanan Kesehatan ASEAN

Pasien RI Masih Berobat ke Luar Negeri, Pakar Dorong Integrasi Layanan Kesehatan ASEAN

News | Senin, 20 April 2026 | 16:17 WIB

Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan

Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan

News | Senin, 20 April 2026 | 16:07 WIB

Gedung Kemendagri di Pasar Minggu Kebakaran, 75 Personel Damkar Berjibaku Padamkan Api

Gedung Kemendagri di Pasar Minggu Kebakaran, 75 Personel Damkar Berjibaku Padamkan Api

News | Senin, 20 April 2026 | 15:58 WIB

Eks Penyidik KPK Beberkan Modus Koruptor: Biayai Hidup Perempuan Muda untuk Samarkan Aset

Eks Penyidik KPK Beberkan Modus Koruptor: Biayai Hidup Perempuan Muda untuk Samarkan Aset

News | Senin, 20 April 2026 | 15:56 WIB

Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total

Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total

News | Senin, 20 April 2026 | 15:52 WIB