JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 21 April 2026 | 18:59 WIB
JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?
Ilustrsai - Jusuf Kalla di tengah pusaran kasus ijazah Jokowi dan jerat hukum. [Suara.com/Iqbal]
  • Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada 8 April 2026 terkait tuduhan pendanaan polemik ijazah Jokowi.
  • GAMKI dan kelompok lainnya melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026 atas dugaan penistaan agama.
  • Jusuf Kalla menyatakan kegeramannya di Jakarta Selatan pada 18 April 2026 karena merasa difitnah meski telah berjasa membantu Jokowi.

Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), terlihat meluapkan kegeramannya dalam konferensi pers terbarunya usai dilaporkan atas dugaan penistaan agama ke polisi.

Kegeraman itu memuncak setelah sebelumnya JK juga terseret dalam polemik isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Dalam puncak kegeramannya tersebut, JK bahkan menyinggung bahwa dirinya merupakan sosok yang berjasa dalam perjalanan politik Jokowi hingga menjadi presiden setelah membawanya dari Solo ke Jakarta.

"Apa kurangnya saya coba? Saya yang bantu Jokowi. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Janganlah macam-macam begitu," kata JK dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Lantas, apa yang melatarbelakangi kegeraman JK tersebut?

Laporkan Rismon

Masalah ini bermula ketika JK mengambil langkah hukum terhadap Rismon Sianipar.

Laporan tersebut dilayangkan setelah adanya tudingan Rismon yang menyebut JK mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan dalam perkara ijazah Joko Widodo.

Adapun laporan terhadap Rismon teregistrasi dengan nomor polisi LP/B/135/IV/SPKT Bareskrim Polri tertanggal Rabu, 8 April 2026.

Rismon Hasiholan Sianipar kemudian angkat bicara terkait laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya merupakan korban kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Rismon menyebut video yang beredar dan menjadi dasar laporan bukanlah ucapan aslinya, melainkan hasil rekayasa digital atau deepfake.

JK Dianggap Nistakan Agama

Di sisi lain, JK justru dilaporkan ke polisi. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya pada Minggu (12/4/2026) malam.

Laporan itu dilakukan setelah pernyataan JK dalam sebuah ceramah dinilai menimbulkan keresahan dan polemik di tengah masyarakat, terutama di media sosial.

Adapun laporan polisi tersebut teregister dengan nomor STTLP II/2546/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal Minggu, 12 April, sekitar pukul 20.46 WIB.

JK menduga adanya kaitan antara laporan terhadap dirinya dengan langkah hukum yang ia ambil sebelumnya terhadap Rismon Sianipar.

Ia menilai laporan dugaan penistaan agama tersebut muncul sebagai reaksi setelah dirinya memperkarakan Rismon.

Kegeraman JK

Infografis Jusuf Kalla di tengah pusaran kasus ijazah Jokowi dan jerat hukum. [Suara.com/Iqbal]
Infografis Jusuf Kalla di tengah pusaran kasus ijazah Jokowi dan jerat hukum. [Suara.com/Iqbal]

JK juga sempat menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan nasihat kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, terkait polemik keaslian ijazah yang terus bergulir di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa langkah tersebut didasari oleh posisinya sebagai sosok yang lebih senior, baik dari sisi usia maupun pengalaman politik.

"Saya lebih tua dari dia. Jadi, sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati," ujar JK saat memberikan keterangan kepada awak media.

Menurut JK, perdebatan mengenai keaslian dokumen pendidikan Jokowi telah menciptakan pembelahan yang tajam di tingkat akar rumput.

Analisis

Analis komunikasi politik Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, menilai bahwa keresahan yang disuarakan JK terkait ijazah Jokowi merupakan representasi dari apa yang dirasakan masyarakat luas.

Menurutnya, wajar jika JK merasa tersinggung atas serangan dari relawan atau pendukung Jokowi—yang sering dijuluki “termul”—di ruang publik.

"Concern Pak JK tentang ijazah Pak Jokowi ini memang concern umum, seluruh rakyat Indonesia. Kenapa begitu lama dan bertele-tele? Padahal ada contoh seperti Hakim MK Arsul Sani yang langsung menunjukkan ijazahnya dan selesai," ujar Hensa, dikutip Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, Hensa mengkritisi sikap Jokowi yang selama ini berpegang pada prinsip bahwa pihak penuduhlah yang wajib membuktikan tuduhannya.

Ia menilai, sebagai tokoh bangsa dan mantan presiden, Jokowi perlu mengambil langkah yang lebih terbuka untuk meredam polemik.

"Kalau Pak Jokowi bukan presiden ketujuh dan bukan tokoh bangsa, mungkin argumen itu bisa diterima. Tapi justru karena statusnya, dibutuhkan langkah yang tidak biasa untuk dipertontonkan kepada publik," ungkapnya.

Hensa juga menegaskan bahwa peran Universitas Gadjah Mada (UGM) sangat krusial dalam mengakhiri polemik ini. Menurutnya, pernyataan resmi dari kampus tempat Jokowi menempuh pendidikan akan menjadi jawaban yang mampu meredam keraguan publik.

Ia turut menyayangkan adanya serangan personal dari relawan terhadap Jusuf Kalla dan mengingatkan pentingnya etika dalam komunikasi politik.

"Termul atau relawan Jokowi yang menyerang Pak JK bisa menggunakan teknologi paling canggih yang diwariskan para pendiri bangsa, namanya musyawarah. Ketemu Pak JK, dan kembali menjadi satu kesatuan bangsa yang bersinergi positif," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai pernyataan JK yang kembali membuka sejarah perannya dalam perjalanan politik Jokowi memiliki dimensi politik yang kuat di tengah perubahan konstelasi kekuasaan saat ini.

Menurut Arifki, kemunculan narasi sejarah tersebut bukan kebetulan, melainkan bagian dari dinamika baru antar-elite politik nasional.

“Dalam politik, pernyataan tentang masa lalu hampir selalu punya dimensi hari ini. Apa yang disampaikan JK bisa dibaca sebagai upaya menegaskan peran historis sekaligus menjaga posisi dalam percakapan politik nasional,” ujar Arifki.

Meski mengakui peran JK—terutama saat menjadi cawapres Jokowi pada 2014—Arifki mengingatkan bahwa keberhasilan politik Jokowi merupakan hasil dukungan banyak pihak, termasuk tokoh seperti Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, serta faktor dukungan publik.

Menurutnya, perubahan peta politik saat ini membuat narasi mengenai “siapa berjasa kepada siapa” kembali mencuat sebagai bentuk penegasan posisi.

“Ketika konfigurasi politik berubah, narasi tentang siapa berperan apa menjadi relevan kembali. Ini bukan hanya soal sejarah, tapi juga soal positioning,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!

Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:05 WIB

Setahun Aksi Gruduk Rumah Jokowi, Rustam Klaim Dukungan Publik Menguat

Setahun Aksi Gruduk Rumah Jokowi, Rustam Klaim Dukungan Publik Menguat

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:35 WIB

Rustam Effendi Tuding Pratikno Jadi Otak di Balik Isu Ijazah Jokowi: Pak Prabowo Harus Tahu!

Rustam Effendi Tuding Pratikno Jadi Otak di Balik Isu Ijazah Jokowi: Pak Prabowo Harus Tahu!

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:13 WIB

Usut Kasus Penghasutan Ade Armando dan Abu Janda! Polisi Mulai Verifikasi Bukti Potongan Ceramah JK

Usut Kasus Penghasutan Ade Armando dan Abu Janda! Polisi Mulai Verifikasi Bukti Potongan Ceramah JK

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:58 WIB

Rustam Effendi Piliang Sebut Pratikno Otak Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo

Rustam Effendi Piliang Sebut Pratikno Otak Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:12 WIB

Polisikan Ade Armando dan Abu Janda, Advokat Maluku Bawa Bukti Pelintiran Video JK

Polisikan Ade Armando dan Abu Janda, Advokat Maluku Bawa Bukti Pelintiran Video JK

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:43 WIB

Polisi Selidiki Laporan Dugaan Provokasi Permadi Arya dan Ade Armando Soal Ceramah Jusuf Kalla

Polisi Selidiki Laporan Dugaan Provokasi Permadi Arya dan Ade Armando Soal Ceramah Jusuf Kalla

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:25 WIB

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

News | Selasa, 21 April 2026 | 13:44 WIB

Jokowi Respons Santai Pernyataan Jusuf Kalla: Saya Memang Orang Kampung

Jokowi Respons Santai Pernyataan Jusuf Kalla: Saya Memang Orang Kampung

Video | Senin, 20 April 2026 | 18:09 WIB

Guntur Romli Singgung Pernyataan JK: Jokowi Dinilai Berkhianat ke Banyak Tokoh

Guntur Romli Singgung Pernyataan JK: Jokowi Dinilai Berkhianat ke Banyak Tokoh

News | Senin, 20 April 2026 | 17:27 WIB

Terkini

Sikat Sampai Akarnya! KPK Didesak Transparan Bongkar Mafia Imigrasi yang Seret Silmy Karim

Sikat Sampai Akarnya! KPK Didesak Transparan Bongkar Mafia Imigrasi yang Seret Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:43 WIB

Tragedi di Lampu Merah Cengkareng, Pemotor Wanita Tewas Terlindas Kontainer saat Dibonceng Ayah

Tragedi di Lampu Merah Cengkareng, Pemotor Wanita Tewas Terlindas Kontainer saat Dibonceng Ayah

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:31 WIB

Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun

Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:23 WIB

Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor

Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:12 WIB

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:48 WIB

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:26 WIB

Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus

Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:51 WIB

Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?

Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:50 WIB

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:44 WIB