Julukan Scambodia Picu Amarah Phnom Penh, Pemerintah Kamboja Serang Media AS

Galih Prasetyo

Rabu, 22 April 2026 | 09:56 WIB
Julukan Scambodia Picu Amarah Phnom Penh, Pemerintah Kamboja Serang Media AS
Pemerintah dan publik Kamboja mengecam keras media Amerika Serikat, Wall Street Journal, setelah menyebut negara mereka dengan istilah Scambodia dalam laporan tentang kejahatan siber. [Instagram]
  • Pemerintah dan publik Kamboja mengecam Wall Street Journal karena menggunakan istilah merendahkan Scambodia dalam pemberitaan mengenai kejahatan siber.
  • Wall Street Journal melaporkan industri penipuan di Kamboja bernilai 19 miliar dolar AS dan melampaui sektor industri legal.
  • Pemerintah Kamboja menyatakan bahwa pelabelan tersebut tidak profesional serta merusak reputasi negara dalam upaya pemberantasan kejahatan siber.

Suara.com - Pemerintah dan publik Kamboja mengecam keras media Amerika Serikat, Wall Street Journal, setelah menyebut negara mereka dengan istilah Scambodia dalam laporan tentang kejahatan siber.

Istilah itu dianggap publik dan pemerintah Kamboja merendahkan dan mencoreng citra negara.

Kontroversi bermula dari artikel berjudul How Cybercrime Became a Leading Industry in Scambodia yang terbit beberapa hari lalu.

Dalam tulisan itu, Kamboja digambarkan sebagai salah satu pusat utama kejahatan siber global.

Reaksi publik langsung memanas, terutama di media sosial.

Pemerintah dan publik Kamboja mengecam keras media Amerika Serikat, Wall Street Journal, setelah menyebut negara mereka dengan istilah Scambodia dalam laporan tentang kejahatan siber. [Tangkap layar]
Pemerintah dan publik Kamboja mengecam keras media Amerika Serikat, Wall Street Journal, setelah menyebut negara mereka dengan istilah Scambodia dalam laporan tentang kejahatan siber. [Tangkap layar]

Banyak pihak menilai istilah Scambodia bersifat menghina dan tidak sesuai dengan standar jurnalisme profesional.

Menurut sejumlah pakar dari Kamboja, penggunaan istilah tersebut telah melewati batas.

“Ini bukan lagi sekadar pelaporan, tetapi sudah menjadi bentuk ejekan terhadap sebuah negara,” ujar pakar asal Kamboja, Roth Santepheap dikutip dari Khmer Times.

Pemerintah Kamboja melalui Kementerian Informasi juga melayangkan kritik tajam.

Pemerintah menyebut penggunaan istilah tersebut tidak profesional dan merusak reputasi negara serta upaya pemberantasan kejahatan siber.

Sejumlah kalangan di Kamboja mempertanyakan fokus pemberitaan yang dianggap tidak adil.

Mereka menilai kejahatan siber merupakan masalah global lintas negara, bukan hanya terjadi di Kamboja.

Wall Street Journal mengutip laporan yang menyebut industri penipuan di Kamboja bernilai hingga 19 miliar dolar AS per tahun.

Angka tersebut disebut setara hampir 40 persen dari produk domestik bruto negara itu, bahkan melampaui sektor manufaktur garmen sebagai industri legal terbesar.

Dalam beberapa waktu terakhir, Kamboja memang gencar melakukan operasi besar-besaran.

Ratusan lokasi digerebek, ribuan pelaku ditangkap dan dideportasi, serta regulasi diperketat untuk menekan kejahatan siber.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI

Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 09:38 WIB

Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:38 WIB

Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

News | Rabu, 22 April 2026 | 07:44 WIB

Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata

Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:01 WIB

DPR Tegaskan Kedaulatan Udara RI Mutlak, Militer AS Tak Bisa Asal Melintas

DPR Tegaskan Kedaulatan Udara RI Mutlak, Militer AS Tak Bisa Asal Melintas

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:19 WIB

Terkini

Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:54 WIB

Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir

Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:45 WIB

Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba

Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:45 WIB

Kado HUT Jakarta: Jembatan Cincin Mulai Dibangun, Tiang Monorel Mangkrak Resmi Hilang!

Kado HUT Jakarta: Jembatan Cincin Mulai Dibangun, Tiang Monorel Mangkrak Resmi Hilang!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20 WIB

Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok

Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:00 WIB

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 08:55 WIB

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB