- Pemuda Katolik menanggapi klarifikasi Jusuf Kalla pada 18 dan 21 April 2026 terkait dugaan penistaan agama di UGM.
- Organisasi tersebut menilai konferensi pers JK berpotensi memperluas polemik dengan menyeret nama tokoh nasional ke ruang publik.
- Pemuda Katolik meminta semua pihak menghormati proses hukum dan menahan diri agar suasana tetap kondusif bagi masyarakat.
Mereka juga membuka ruang bagi klarifikasi lanjutan yang lebih ringkas dan tidak memicu polemik baru.