Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza

Arief Apriadi

Jum'at, 24 April 2026 | 12:00 WIB
Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza
Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza. (Anadolu)
baca 10 detik
  • Agresi militer Israel di Jalur Gaza menyebabkan 5.000 hingga 6.000 warga Palestina mengalami amputasi akibat hantaman senjata peledak.
  • Pemerintah Israel sejak Februari 2025 memblokir masuknya bantuan alat prostetik dan material medis penting ke wilayah Gaza.
  • Kekurangan pasokan alat kesehatan memicu risiko cacat permanen serta menghambat proses rehabilitasi ribuan korban di Gaza.

Fadel kehilangan kedua kakinya akibat serangan pesawat nirawak Israel pada September lalu, sementara adiknya yang berusia 11 tahun kehilangan satu mata dalam serangan yang sama.

"Dia menjadi menarik diri dan terisolasi," kata ibunya, Najwa al-Naji, sambil menunjukkan video lama anaknya saat melakukan kick-ups di ponselnya.

"Seolah-olah dia sekarat secara perlahan, dan saya berharap mereka bisa memasangkan anggota tubuh prostetik untuknya," lanjut Najwa.

Kelangkaan alat prostetik ini disebabkan pembatasan ketat Israel terhadap bahan-bahan dasar seperti plaster of Paris atau gips yang digunakan untuk mencetak kaki palsu.

Israel berdalih pembatasan material tersebut dilakukan demi alasan keamanan nasional untuk menekan perlawanan di wilayah kantong tersebut.

Kreativitas dalam Keputusasaan di Tengah Blokade

Berdasarkan data kesehatan, tingkat amputasi per kapita di Gaza kini telah melampaui Kamboja, yang sebelumnya memegang rekor terburuk akibat ranjau darat.

Akibat kekurangan pasokan, dua pusat medis di Gaza terpaksa mencoba menggunakan kembali alat prostetik lama yang diambil dari jenazah warga yang tewas dalam perang.

Beberapa petugas medis bahkan mulai menciptakan anggota tubuh buatan darurat menggunakan pipa plastik atau papan kayu demi membantu pasien bergerak.

baca juga

Namun, penggunaan alat darurat tersebut sangat berisiko merusak sisa anggota tubuh atau menyebabkan infeksi mematikan bagi para korban.

Humanity & Inclusion memperingatkan bahwa jumlah orang yang diamputasi akan terus meningkat secara drastis tanpa adanya tindakan internasional yang segera.

Ketiadaan alat prostetik yang layak membuat para korban agresi ini terancam mengalami cacat permanen dan kehilangan kemampuan untuk hidup mandiri secara ekonomi.

Krisis Kesehatan di Gaza

Agresi militer Israel di Jalur Gaza telah menghancurkan sebagian besar sistem pendukung kehidupan, termasuk rumah sakit yang menjadi tumpuan warga Palestina.

Penggunaan senjata peledak dengan daya hancur tinggi di area pemukiman padat penduduk menjadi penyebab utama tingginya angka cedera traumatis yang memaksa dokter melakukan amputasi.

Blokade total yang diterapkan Israel sejak lama telah mempersempit ruang gerak organisasi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan medis paling mendasar sekalipun.

Strategi ini dinilai banyak pihak sebagai upaya untuk memperparah penderitaan sipil di Gaza sebagai bagian dari tekanan politik dan militer terhadap bangsa Palestina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan

Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:30 WIB

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:01 WIB

Terkini

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

×