Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Minta Negara Perkuat Pengawasan

Galih Prasetyo

Sabtu, 25 April 2026 | 06:05 WIB
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Minta Negara Perkuat Pengawasan
ISMEI Wilayah Jawa Timur mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum memperkuat pengawasan terhadap pendanaan lembaga swadaya masyarakat (NGO), [Istimewa]
baca 10 detik
  • ISMEI Jatim mendesak pemerintah memperkuat pengawasan dan regulasi transparansi pendanaan asing bagi lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.
  • Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada Jumat, 24 April 2026.
  • Tindakan tersebut bertujuan memastikan akuntabilitas NGO guna menjaga stabilitas nasional serta mencegah potensi intervensi asing yang merugikan negara.

Suara.com - Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Jawa Timur mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum memperkuat pengawasan terhadap pendanaan lembaga swadaya masyarakat (NGO), khususnya yang berasal dari luar negeri.

Mereka menilai transparansi dan akuntabilitas pendanaan organisasi sipil menjadi isu penting demi menjaga kepercayaan publik serta memastikan aktivitas NGO tidak bertentangan dengan kepentingan nasional.

Desakan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Mapolda Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Jumat (24/4/2026).

Massa aksi menekankan bahwa keterbukaan informasi terkait sumber pendanaan NGO harus menjadi perhatian serius negara.

Koordinator aksi, Figo, menyebut masih ada sejumlah NGO di Indonesia yang diduga menerima pendanaan asing namun tidak terbuka kepada publik mengenai sumber dana tersebut.

Menurutnya, kondisi itu berpotensi menimbulkan persoalan serius bila tidak diawasi secara ketat.

“Penting bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberikan atensi terhadap fenomena ini. Negara jangan diam karena persatuan dan stabilitas nasional sedang dipertaruhkan,” kata Figo saat berorasi di depan Gedung Kejaksaan Tinggi Jatim, Surabaya.

Ia menegaskan, apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam aliran dana asing ke NGO, negara harus segera mengambil tindakan tegas.

“Jika memang menemukan ada indikasi itu, negara harus mengambil sikap tegas. Jangan diam, jangan baru bertindak jika keadaan sudah semakin parah,” ujarnya.

baca juga

Selain mendesak penegakan hukum, ISMEI Jatim juga meminta pemerintah memperkuat regulasi terkait transparansi pendanaan NGO.

Mereka menilai perkembangan global dan derasnya arus modal internasional menuntut sistem pengawasan yang lebih adaptif dan ketat.

Mahasiswa menyoroti semakin banyaknya organisasi swadaya masyarakat yang beroperasi di Indonesia, sehingga mekanisme pengawasan dinilai perlu diperbarui agar tata kelola organisasi sipil tetap akuntabel dan profesional.

Aksi berlangsung damai dan ditutup dengan penyerahan pernyataan sikap kepada aparat penegak hukum.

ISMEI Jatim berharap langkah tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan NGO di Indonesia.

Dalam pernyataan sikapnya, ISMEI Jatim menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mendesak Polri dan Kejaksaan mengusut dugaan aliran dana asing ke NGO yang dianggap meresahkan, meminta pemerintah memperketat regulasi transparansi pendanaan lembaga swadaya masyarakat, serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi intervensi asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:09 WIB

Prabowo Harus Diturunkan? Kritik Keras Saiful Mujani soal Ancaman Konstitusi dan Demokrasi

Prabowo Harus Diturunkan? Kritik Keras Saiful Mujani soal Ancaman Konstitusi dan Demokrasi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:36 WIB

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:57 WIB

Soroti Doxing dan Persekusi, Prof Ani: Rakyat Belum Bebas dari Rasa Takut

Soroti Doxing dan Persekusi, Prof Ani: Rakyat Belum Bebas dari Rasa Takut

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:51 WIB

Detik-Detik Mahasiswa Tegur Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat Demo, Gara-Gara Main HP

Detik-Detik Mahasiswa Tegur Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat Demo, Gara-Gara Main HP

Entertainment | Kamis, 23 April 2026 | 12:00 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×