Soroti Doxing dan Persekusi, Prof Ani: Rakyat Belum Bebas dari Rasa Takut

Bella

Kamis, 23 April 2026 | 18:51 WIB
Soroti Doxing dan Persekusi, Prof Ani: Rakyat Belum Bebas dari Rasa Takut
Guru Besar Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ani Widyani Soetjipto, MA. pada Aksi Kamisan ke-905 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). [Tangkapan layar]
baca 10 detik
  • Prof. Ani Widyani Soetjipto mendesak pergeseran definisi keamanan negara menuju konsep keamanan manusia pada Aksi Kamisan, Jakarta.
  • Pemerintah perlu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar serta menjamin kebebasan individu dari ancaman kekerasan dan rasa takut masyarakat.
  • Kegagalan negara melindungi warga, termasuk kasus persekusi dan penanganan bencana, membuktikan kerentanan keamanan yang berasal dari internal bangsa.

Suara.com - Guru Besar Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ani Widyani Soetjipto, MA., menyerukan perlunya pergeseran fundamental dalam cara negara memandang konsep keamanan.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan "Kuliah Jalanan" dalam Aksi Kamisan ke-905 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Dalam penyampaiannya, Ani menekankan bahwa lensa keamanan negara yang selama ini digunakan oleh pemerintah sudah tidak relevan atau usang dalam menghadapi persoalan kontemporer.

Ia menjelaskan bahwa definisi keamanan harus bergeser dari sekadar melindungi kedaulatan negara dari ancaman luar menjadi perlindungan terhadap keamanan individual atau manusia (human security).

“Hari ini, sudah sangat usang cara pandang yang mengutamakan lensa negara dalam mendefinisikan keamanan. Kita harus bergeser ke keamanan individual. Artinya, kita harus setiap individu itu harus bebas, freedom from fear bebas dari rasa ketakutan,” ujar Ani di hadapan massa aksi Kamisan, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan juga harus menjadi jaminan utama.

"Kita harus lihat kebutuhan dasar kita, pendidikan, kesehatan, itu harus menjadi jaminan. Negara yang kuat adalah negara yang memberi gitu," tambahnya.

Potret Krisis: Dari Doxing hingga Bencana Alam

Lebih jauh, Ani menyoroti bahwa 27 tahun pasca-Reformasi 1998, masyarakat Indonesia nyatanya belum sepenuhnya bebas dari rasa takut. Ia mencontohkan maraknya kasus doxing dan persekusi terhadap pihak yang memiliki perbedaan pandangan politik.

“Kasus doxing, kasus persekusi kalau kita bicara berbeda, dianggap provokator, dianggap ancaman. Kita belum bebas dari rasa itu,” tegasnya.

baca juga

Selain keamanan dari kekerasan, ia juga menyoroti aspek freedom from want atau pemenuhan kebutuhan dasar. Ia mengkritik penanganan bencana di beberapa wilayah, seperti di Aceh dan Sumatera Utara, di mana kebutuhan dasar masyarakat sering kali tidak menjadi prioritas utama negara.

Refleksi Tragedi 1998

Ani mengingatkan bahwa kasus kerusuhan Mei 1998 adalah bukti nyata bahwa ancaman keamanan yang paling mengerikan sering kali tidak datang dari negara lain, melainkan dari dalam diri bangsa sendiri.

Ia berharap gerakan-gerakan masyarakat sipil seperti Aksi Kamisan terus konsisten menyuarakan pentingnya keamanan manusia di atas kepentingan politik negara.

“Kasus 98, kasus fakultas hukum, itu kan memperlihatkan betapa kita melihat ancaman keamanan tidak datang dari negara lain, tetapi datang dari dalam diri kita sendiri,” tutupnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bungkam Suara: Saat Kebebasan Berbicara Malah Menjadi Senjata Makan Tuan

Bungkam Suara: Saat Kebebasan Berbicara Malah Menjadi Senjata Makan Tuan

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 11:50 WIB

Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!

Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!

News | Kamis, 23 April 2026 | 07:09 WIB

Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis

Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:35 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

News | Sabtu, 18 April 2026 | 16:56 WIB

Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital

Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:21 WIB

Pramono Anung Bakal Pangkas Pajak Warga Jakarta, Ini Bocoran Kebijakan Barunya

Pramono Anung Bakal Pangkas Pajak Warga Jakarta, Ini Bocoran Kebijakan Barunya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 18:57 WIB

Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan

Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:34 WIB

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×