Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Senin, 27 April 2026 | 12:26 WIB
Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz
Ilustrasi harga minyak dunia (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Iran mengancam menutup Selat Hormuz secara permanen sehingga memicu lonjakan harga minyak dunia.

  • Presiden Pezeshkian menolak negosiasi paksa dengan AS sebelum blokade pelabuhan Iran segera dihentikan.

  • Konflik berkepanjangan ini menyebabkan harga bahan bakar global melonjak hingga 27 persen sejak awal.

Suara.com - Blokade total di Selat Hormuz kini menjadi senjata utama Iran untuk melumpuhkan stabilitas ekonomi global.

Langkah ekstrem ini diambil Teheran sebagai respons atas tekanan militer dan hilangnya kepercayaan terhadap diplomasi Amerika Serikat.

Dikutip dari CNN, dampaknya terasa seketika pada pasar energi dunia yang mencatat lonjakan harga minyak mentah secara signifikan.

Selat Hormuz (CNN)
Selat Hormuz (CNN)

Ketegangan ini menutup ruang dialog setelah Presiden Masoud Pezeshkian menolak keras tunduk pada tekanan sepihak.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa jalur perdagangan energi internasional sedang berada dalam posisi paling rentan.

Kenaikan harga minyak internasional jenis Brent kini telah menyentuh angka 107,58 dolar AS per barel.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].
Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].

Sementara itu minyak mentah Amerika Serikat juga ikut merangkak naik hingga mencapai posisi 96,36 dolar AS.

Lonjakan ini terjadi tepat setelah muncul pernyataan tegas dari pejabat tinggi Iran mengenai status Selat Hormuz.

“Kami menyadari jika kami menginjak tenggorokan Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, 25% ekonomi dunia akan terdampak,” ujar Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad.

baca juga

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan jalur laut tersebut kembali ke kondisi normal.

Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan kepada Perdana Menteri Pakistan bahwa tindakan Amerika Serikat terus merusak kepercayaan antarnegara.

Ia secara terbuka menuduh Washington menjadi dalang di balik rumitnya jalur dialog yang seharusnya bisa ditempuh.

Pezeshkian menyatakan dengan tegas bahwa Iran tidak akan pernah mau mengikuti perundingan yang didasari atas paksaan.

“Kami menyadari jika kami menginjak tenggorokan Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, 25% ekonomi dunia akan terdampak,” kata Ali Nikzad mengulangi posisi tawar Iran.

Teheran menuntut penghentian blokade angkatan laut Amerika di pelabuhan mereka sebelum kesepakatan apa pun dibicarakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington

Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington

News | Senin, 27 April 2026 | 11:58 WIB

Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?

Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?

News | Senin, 27 April 2026 | 10:47 WIB

Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak

Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak

News | Senin, 27 April 2026 | 10:32 WIB

Terkini

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

×