- BKSDA Jambi menyiapkan pesawat kecil untuk patroli udara pencegahan karhutla di Landscape Bukit 30.
- Patroli ini melibatkan Korem 042 Garuda Putih dan instansi lain.
- Salah satu tujuannya guna melindungi habitat gajah Sumatra.
Suara.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menyiapkan pesawat kecil untuk melakukan patroli udara di titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Landscape Bukit Tiga Puluh, Jambi.
Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla di kawasan yang juga menjadi habitat dan jalur perlintasan gajah Sumatra.
Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko mengatakan, patroli udara itu disiapkan bersama Korem 042 Garuda Putih, kepolisian, Pemerintah Kabupaten Tebo, BPPT, dan sejumlah pihak lainnya.
“Kami sudah menyepakati untuk membentuk satu-satunya pesawat kecil untuk berpatroli pada lokasi-lokasi yang diperkirakan rawan terhadap kebakaran pada areal dilewati gajah,” ujar Himawan dalam konferensi pers peluncuran laporan Bernapas Dalam Asap dan dampaknya terhadap Gajah Sumatera di Cikini Raya, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurut Himawan, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pemantauan sekaligus mengantisipasi kebakaran di kawasan Landscape Bukit Tiga Puluh.
BKSDA Jambi juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk menyiapkan langkah penanganan jika terjadi karhutla.
“Sudah membahas rapat koordinasi penanganan karhutla sendiri,” katanya.
Himawan mengatakan Landscape Bukit Tiga Puluh kini menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam upaya pencegahan karhutla, mengingat kawasan tersebut juga merupakan habitat gajah.
“Satuan-satuan yang ada di provinsi maupun di kabupaten itu sudah menempatkan Landscape Bukit Tiga Puluh sebagai landscape yang mendapatkan perhatian dari bahaya kebakaran,” pungkasnya.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini