Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

Vania Rossa

Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB
Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer
panggung solidaritas "Dari Warga untuk Andrie". (Suara.com/Dinda Pramesti K)
  • Aktivis dan pakar menggelar aksi solidaritas di M Bloc Jakarta pada 27 April 2026 menuntut keadilan bagi Andrie Yunus.
  • Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diduga merupakan aksi teror terorganisir yang melibatkan 16 pelaku lapangan.
  • Massa menuntut proses hukum dilakukan di peradilan umum guna menghindari impunitas dan mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa.

Suara.com - Gelombang solidaritas untuk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menggema di M Bloc Live House, Jakarta Selatan. Sejumlah aktivis, pakar hukum, hingga musisi berkumpul dalam panggung bertajuk “Dari Warga untuk Andrie”, menuntut keadilan atas kasus penyiraman air keras yang diduga dilakukan oknum prajurit TNI.

Kasus yang menimpa aktivis kelahiran 1998 itu dinilai tidak sekadar tindak kriminal biasa, melainkan serangan serius terhadap demokrasi.

Mantan Jaksa Agung RI, Marzuki Darusman, secara tegas menyebut peristiwa ini sebagai tindakan teror. Ia mengkritik upaya mereduksi kasus menjadi pelanggaran prosedural semata.

“Kita sekarang menyaksikan bahwa kasus ini hendak diturunkan menjadi kesalahan prosedur… Kita setuju bahwa ini kasus terorisme dan karena itu harus diadili sesuai dengan kasus terorisme,” ujar Marzuki, Senin (27/4/2026).

Ia juga menyinggung sikap pemerintah yang dinilai lebih fokus pada kalkulasi politik ketimbang penegakan keadilan.
“Malam ini merupakan kesaksian dari tekad generasi muda Indonesia untuk melahirkan politik rasa keadilan, bukan politik kalkulasi kekuasaan,” tambahnya.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, turut mengkritik narasi “dendam pribadi” yang kerap muncul dalam kasus serupa. Menurutnya, pola tersebut bukan hal baru dan berpotensi menutupi aktor utama di balik kejadian.

“Motif dendam pribadi itu motif template! Sama seperti kasus Novel Baswedan… ini motif baku untuk menghindari pertanggungjawaban komando,” tegas Dimas.

Ia juga menyoroti mundurnya Kepala BAIS TNI yang dinilai janggal jika kasus ini hanya didasari motif personal.
“Nggak mungkin Kabais mundur bertanggung jawab atas motif dendam pribadi,” katanya.

Tim Advokasi untuk Demokrasi mengungkapkan temuan bahwa jumlah pelaku di lapangan diduga mencapai 16 orang, lebih banyak dari yang selama ini dipublikasikan. Hal ini memperkuat dugaan adanya aktor intelektual di balik serangan.

“Mungkin nggak 16 orang itu iseng karena dendam pribadi? Tidak mungkin! Ada pihak yang memberi perintah,” ujar perwakilan tim, Gema.

Para aktivis pun kompak menolak penyelesaian kasus melalui peradilan militer. Mereka mendesak agar perkara ini diproses di peradilan umum demi transparansi dan akuntabilitas.

“Kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap peradilan militer. Kasus ini harus dibawa ke peradilan umum!” seru Dimas.

Aktivis HAM Al Araf menyebut insiden ini sebagai bentuk teror untuk membungkam kritik publik.
“Negara menggunakan tangan-tangannya untuk melakukan tindakan teror supaya kita takut bersuara,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sikap Presiden yang dinilai belum menunjukkan respons tegas terhadap kasus tersebut.

Acara solidaritas sempat diwarnai insiden mati lampu yang memicu kecurigaan peserta. Meski begitu, massa tetap bertahan sambil meneriakkan tuntutan keadilan.

Hingga kini, kondisi Andrie Yunus dilaporkan mulai membaik setelah mengalami luka bakar 20 persen dan kerusakan kornea mata kanan sekitar 40 persen. Namun, para aktivis menilai kondisi demokrasi Indonesia justru sedang berada dalam titik rawan.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

News | Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB

Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI

Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI

News | Senin, 27 April 2026 | 20:52 WIB

Irlandia Diteror Bom Mobil di Depan Kantor Polisi

Irlandia Diteror Bom Mobil di Depan Kantor Polisi

News | Senin, 27 April 2026 | 14:36 WIB

Terkini

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB