Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 28 April 2026 | 14:18 WIB
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi peringatan 30 hari kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. [Suara.com/Lilis]
  • Tim Advokasi menduga terdapat kejanggalan dalam proses hukum militer atas kasus penyiraman air keras terhadap korban Andrie Yunus.
  • Daftar tersangka yang diadili di pengadilan militer berbeda dengan data temuan investigasi mandiri yang dilakukan tim advokasi.
  • Tim Advokasi mendesak pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk membongkar aktor intelektual di balik serangan air keras.

Suara.com - Tim Advokasi untuk Demokrasi yang mendampingi korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, mencium adanya kejanggalan dalam proses hukum yang kini berjalan di pengadilan militer. Pihak kuasa hukum menduga ada upaya mengabaikan fakta-fakta lapangan demi mengikuti skenario tertentu.

Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi, Gema Gita Persada, mengungkapkan terdapat perbedaan signifikan antara temuan investigasi mandiri mereka dengan daftar tersangka yang kini diadili di pengadilan militer.

Menurut Gema, data awal yang dirilis Polda Metro Jaya sempat menunjukkan kecocokan dengan temuan tim investigasi mereka, terutama terkait inisial terduga pelaku. Namun, nama-nama tersebut mendadak hilang saat kasus ditarik ke ranah militer.

"Kalau kami setidaknya itu kalau yang sudah dirilis oleh Polda dua terduga pelaku pertama itu inisialnya BHW dan yang kemudian kami temui namanya BHWC, dan satu lagi MAK. Nah, empat orang yang kemudian sampai dengan saat ini diadili di pengadilan militer, itu tidak ada inisial MAK sama sekali," ujar Gema saat memberikan keterangan kepada media.

Sebut Investigasi Sipil ‘Dicuekin’

Gema menyayangkan sikap Puspom TNI maupun Oditurat yang dinilai menutup mata terhadap hasil temuan masyarakat sipil. Menurutnya, jika tujuan utamanya adalah mencari keadilan bagi korban, seluruh bukti seharusnya diteliti secara menyeluruh.

"Pilihan kasarnya kayak dicuekin saja. Tidak pernah ada sedikit pun dari pihak Puspom TNI maupun Oditurat yang melakukan pendekatan kepada kami untuk meminta data dan lain sebagainya," ungkapnya.

Kondisi ini, lanjut Gema, semakin memperkuat dugaan bahwa otoritas hukum militer hanya menjalankan konstruksi kasus yang telah disiapkan sejak awal.

"Ini juga jadi menebalkan lagi dugaan-dugaan kami bahwa mereka ternyata tetap pada skenario yang sudah dibuat, tanpa memedulikan apa yang berkembang di masyarakat sipil," tegasnya.

Marak Teror Air Keras, Desak Pembentukan TGPF

Di sisi lain, Tim Advokasi juga menyoroti maraknya aksi penyiraman air keras belakangan ini, termasuk kasus di Bekasi yang baru-baru ini merenggut nyawa korban. Gema menyebut fenomena ini sebagai bentuk ancaman yang sangat serius.

Ia menilai penuntasan kasus Andrie Yunus bukan hanya soal satu individu, tetapi juga penting untuk membongkar kemungkinan adanya aktor intelektual di balik penggunaan air keras sebagai alat serangan.

"Problematic-nya ternyata bukan cuma soal serangan terhadap Andrie ini, tetapi juga dugaan keterlibatan aktor intelektual serta mudahnya akses terhadap air keras itu sendiri," jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Tim Advokasi mendesak Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang melibatkan unsur akademisi dan pihak independen.

"Gunanya bukan hanya untuk mengusut kasus Andrie, tetapi juga dugaan praktik serupa serta kemungkinan adanya korban-korban lain," pungkas Gema.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

10 Tahun Memprihatinkan, Prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon dan Warga Perbaiki Musala di Langon

10 Tahun Memprihatinkan, Prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon dan Warga Perbaiki Musala di Langon

News | Senin, 27 April 2026 | 23:40 WIB

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

News | Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB

Terkini

Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi

Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:20 WIB

Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran

Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:13 WIB

Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap

Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:13 WIB

KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA

KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:06 WIB

KPK Tegaskan Usulan Capres dari Kader Partai Tak Langgar Konstitusi

KPK Tegaskan Usulan Capres dari Kader Partai Tak Langgar Konstitusi

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:01 WIB

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:00 WIB

Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal

Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:53 WIB

'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos

'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:52 WIB

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:50 WIB

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:42 WIB