- Kepala Bakom RI M. Qodari mengkritik Amien Rais karena menyebarkan informasi hoaks terkait Presiden Prabowo dan Teddy Indra Wijaya.
- Amien Rais keliru menganggap video lagu manipulasi sebagai fakta asli, padahal konten tersebut hanyalah kompilasi untuk hiburan semata.
- Peristiwa pada Sabtu (2/5/2026) ini menjadi peringatan mengenai bahaya teknologi AI dan penyebaran hoaks di media sosial.
Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), M. Qodari, mengungkapkan keprihatinannya atas pernyataan tokoh senior Amien Rais yang dinilai telah mengonsumsi dan menyebarkan informasi tidak benar atau hoaks.
Hal ini menanggapi pernyataan Amien Rais di kanal YouTube pribadinya yang menyinggung hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Qodari menyebut sangat disayangkan figur sekaliber Amien Rais, yang dikenal sebagai akademisi dan profesor, justru terhasut oleh konten manipulatif di media sosial.
"Saya sebetulnya prihatin ya, melihat video Pak Amien Rais itu. Prihatinnya adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, akademisi, dan profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks," ujar Qodari dalam keterangannya yang diizinkan untuk dikutip Suara.com, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Qodari, dasar tudingan yang dilontarkan Amien Rais bersumber dari sebuah video lagu berjudul "Aku Bukan Teddy".
Dalam narasi yang beredar, Amien Rais menganggap lagu tersebut dinyanyikan oleh Titiek Soeharto. Namun, Qodari menegaskan bahwa konten tersebut adalah hasil manipulasi atau kompilasi yang tidak ada hubungannya dengan fakta sebenarnya.
"Kenapa korban hoaks? Karena dasar penilaiannya adalah sebuah akun yang berisi lagu berjudul 'Aku Bukan Teddy' yang dianggap oleh Pak Amien Rais dinyanyikan oleh Ibu Titiek. Padahal kalau kita tonton, jelas satu, yang nyanyi bukan Ibu Titiek. Kedua, gambar Ibu Titiek di situ adalah kompilasi atau kolase dari berbagai gambar yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengan lagu," jelasnya.
![Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais [Suara.com/Youtube Amien Rais Official]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/12/42501-amien-rais.jpg)
Lebih lanjut, Qodari menjelaskan, bahwa akun asli pengunggah video tersebut sebenarnya telah mencantumkan disclaimer bahwa konten tersebut hanyalah untuk kepentingan hiburan (entertainment), meskipun mungkin memiliki muatan politik tertentu.
Ia pun menjadikan kasus ini sebagai peringatan akan bahayanya teknologi Artificial Intelligence (AI) dan penyebaran hoaks di media sosial yang bisa mengecoh siapa saja, termasuk tokoh senior.
"Jadi ini contoh dari bahaya hoaks di medsos, bahaya dari AI. Bagaimana seorang tokoh sepintar dan sesenior Pak Amien Rais bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Teddy itu dasarnya adalah hoaks," pungkasnya.