Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
Massa mahasiswa dari berbagai aliansi, salah satunya dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang melakukan aksi unjuk rasa di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) akhirnya membubarkan diri dengan kondusif dari area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).
  • Aliansi mahasiswa BEM SI menggelar unjuk rasa Hari Pendidikan Nasional di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).
  • Peserta aksi menuntut sepuluh poin reformasi pendidikan nasional karena tidak dapat bertemu perwakilan pemerintah secara langsung.
  • Massa membubarkan diri secara kondusif dan mengultimatum akan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar.

Suara.com - Massa mahasiswa dari berbagai aliansi, salah satunya dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang melakukan aksi unjuk rasa di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) akhirnya membubarkan diri dengan kondusif dari area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, massa mahasiswa awalnya menyampaikan sejumlah sikapnya terlebih dahulu dari atas mobil komando.

Pernyataan sikap itu disampaikan karena mereka tak puas tak bisa menemui perwakilan Pemerintah.

Mereka juga hanya boleh melakukan unjuk rasanya di area Patung Kuda saja, setelah sebelumnya mereka ingin menyampaikan aspirasi di depan Istana Merdeka.

Setelah menyampaikan sikapnya yang utamanya terkait permasalahan pendidikan, mereka lantas menyampaikan ultimatum.

Mereka berjanji akan menggelar aksi kembali dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

"Sebelum kita pergi, kita beri ultimatum, kami tak bisa bertemu perwakilan pemerintah kami berjanji akan datang lagi hari Senin nanti dengan jumlah yang lebih besar," kata salah satu orator dari atas mobil komando.

Kemudian setelah itu, massa mahasiswa berangsur membubarkan diri dari lokasi. Aparat kepolisian kemudian maju dari balik barikade dan menyampaikan terima kasih usai massa mahasiswa menyampaikan aspirasinya.

Momen ini pun terlihat kondusif tanpa adanya peristiwa chaos.

Sebelumnya mereka sempat melakukan aksi bakar ban di lokasi. Mereka juga sempat merasa tak puas hanya di tempatkan di Patung Kuda.

Massa mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merasa tak puas berunjuk rasa dibatasi hanya di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026). (Suara.com/Bagaskara)
Massa mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merasa tak puas berunjuk rasa dibatasi hanya di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026). (Suara.com/Bagaskara)

Berikut tuntutan massa aksi hari ini:

  1. Reformasi tata kelola anggaran pendidikan serta pemisahan anggaran pendidikan publik dengan kedinasan, dan penghentian komersialisasi pendidikan berlebihan.
  2. Mengevaluasi Permendikbud No. 55 Tahun 2024 guna melindungi hak asasi korban kekerasan seksual di wilayah kampus.
  3. Mendesak pemerintah pusat dan daerah menjadikan pendidikan sebagai prioritas substantif, bukan sekadar formalitas anggaran.
  4. Menuntut pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga daerah 3T, pelosok, dan kelompok rentan.
  5. Mendesak peningkatan kesejahteraan guru serta penyelesaian status guru honorer secara adil, transparan, dan bermartabat, serta pemerataan distribusi guru dan reformasi sistem rekrutmen.
  6. Menuntut rehabilitasi sekolah rusak dan pemenuhan sarasa-prasarana pendidikan yang layak di seluruh Indonesia.
  7. Mendesak kebijakan pendidikan yang konsisten, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang.
  8. Mendorong pendidikan karakter yang nyata, kontekstual, dan berakar pada nilai kebangsaan serta kearifan lokal.
  9. Menuntut transparansi dan pengawasan ketat terhadap seluruh penggunaan anggaran pendidikan.
  10. Mendesak revisi pembahasan UU Sisdiknas dengan melibatkan partisipasi masyarakat sipil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional

BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:23 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?

Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?

Your Say | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB