Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 Mei 2026 | 15:50 WIB
Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk
Ilustrasi bayi (Pixabay)
baca 10 detik
  • Polisi Austria menangkap tersangka penyabotase makanan bayi bermerek HiPP dengan racun tikus.

  • Motif utama pelaku adalah melakukan pemerasan terhadap perusahaan melalui ancaman kontaminasi produk.

  • Sebanyak lima botol makanan bayi terkontaminasi berhasil disita sebelum dikonsumsi oleh publik.

Badan Kesehatan dan Keamanan Pangan Austria menjelaskan bahwa racun tikus mengandung bromadiolone yang berfungsi sebagai zat antikoagulan atau pengencer darah.

Zat kimia ini bekerja dengan cara menghambat proses pembekuan darah secara alami di dalam tubuh mahluk hidup yang mengonsumsinya.

Efek samping yang mungkin muncul akibat paparan zat ini meliputi pendarahan pada area gusi, hidung, hingga munculnya memar pada kulit.

Gejala keracunan tersebut biasanya baru akan terlihat secara klinis dalam rentang waktu dua hingga lima hari setelah terjadi kontak atau tertelan.

"Penarikan tersebut bukan karena adanya cacat produk atau kualitas dari pihak kami," jelas HiPP untuk memberikan jaminan kepada para orang tua.

Kejadian ini bermula saat seorang pembeli melaporkan adanya kejanggalan pada kemasan makanan bayi yang baru saja ia beli di supermarket pada 18 April lalu.

Kantor Kejaksaan Negeri Burgenland kini memproses tersangka dengan dakwaan melakukan tindakan yang secara sengaja membahayakan keselamatan publik secara luas.

Hingga saat ini, laporan ahli mengenai tingkat toksisitas spesifik dari racun yang ditemukan dalam botol bayi tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.

Meski tersangka sudah ditangkap, pengawasan terhadap produk makanan bayi di rak-rak ritel tetap diperketat untuk menjamin kepercayaan konsumen kembali pulih.

baca juga

Polisi memastikan bahwa sejauh ini tidak ada laporan mengenai bayi atau warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat mengonsumsi produk yang disabotase.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:52 WIB

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:19 WIB

Timnas Portugal U-17 Raih Gelar Perdana di Piala Dunia U-17 2025

Timnas Portugal U-17 Raih Gelar Perdana di Piala Dunia U-17 2025

Bola | Jum'at, 28 November 2025 | 10:21 WIB

Terkini

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 21:39 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Banten | Senin, 02 November 2026 | 21:38 WIB

×