Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang

Ronald Seger Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 18:14 WIB
Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut tarif baru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pukulan bagi seluruh Eropa. [The White House]
  • Presiden AS Donald Trump akan memberlakukan tarif 25 persen bagi kendaraan Uni Eropa mulai pekan ini.
  • Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai kebijakan tersebut merupakan pukulan bagi Eropa akibat lambatnya realisasi kesepakatan dagang.
  • Merz berencana membahas isu konflik perdagangan ini dengan Trump pada pertemuan G7 dan KTT NATO mendatang.

Suara.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut tarif baru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pukulan bagi seluruh Eropa.

Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap mobil dan truk dari Uni Eropa mulai pekan ini, dengan alasan Uni Eropa gagal memenuhi kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Namun, Merz tetap berharap konflik perdagangan tersebut dapat segera diselesaikan.

"Ia (Trump) ingin memberikan pukulan kepada seluruh Eropa,” kata Merz dalam wawancara dengan stasiun penyiaran ARD melansir ANTARA, Senin (4/5/2026).

Namun demikian, Kanselir Jerman itu menegaskan bahwa dirinya tidak ingin melebih-lebihkan situasi terkait tarif baru tersebut, dengan menjelaskan bahwa Trump memiliki alasan tersendiri dalam mengumumkan kebijakan itu.

“Saya kira ia mulai kehilangan kesabaran, karena kami telah mencapai kesepakatan bea cukai dengan Amerika pada Agustus tahun lalu,” ujar Merz.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini Uni Eropa belum menandatangani kesepakatan tersebut dan terus mengajukan syarat baru.

“Pihak Amerika sudah siap, tetapi pihak Eropa belum, dan saya berharap kita dapat mencapai kesepakatan secepatnya,” lanjutnya.

Merz mengatakan bahwa dirinya akan memiliki sejumlah kesempatan untuk membahas isu tersebut secara langsung dengan Trump tahun ini, termasuk dalam pertemuan G7 di Prancis pada Juni dan KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Turki pada Juli.

Hubungan perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir tetap tegang. Washington sebelumnya memberlakukan tarif terhadap baja dan aluminium asal Eropa, yang kemudian dibalas dengan langkah serupa oleh Uni Eropa.

Kedua pihak sempat sepakat untuk melonggarkan sebagian pembatasan tersebut, namun isu tarif terhadap sektor otomotif masih menjadi risiko utama.

Pernyataan terbaru Trump memicu kekhawatiran di Eropa terkait potensi peningkatan konflik perdagangan serta dampaknya terhadap industri dan lapangan kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

12 Orang Jadi Korban Penembakan Massal di Pesta Tepi Danau Arcadia

12 Orang Jadi Korban Penembakan Massal di Pesta Tepi Danau Arcadia

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:45 WIB

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:42 WIB

Kebijakan Terbaru Donald Trump Bikin Kanselir Jerman Kesal: Kasih Pukulan ke Seluruh Eropa

Kebijakan Terbaru Donald Trump Bikin Kanselir Jerman Kesal: Kasih Pukulan ke Seluruh Eropa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB