- Habib Rizieq Shihab mendesak Presiden Prabowo Subianto agar berhenti mengaitkan Yaman sebagai musuh dalam pernyataan publiknya pada Mei 2026.
- Rizieq menegaskan Yaman adalah negara sahabat dan memiliki peran sejarah penting dalam penyebaran ajaran Islam di Indonesia.
- Rizieq mempertanyakan keputusan Presiden mengangkat seorang penasihat yang diduga memiliki kebencian terhadap Yaman serta terlibat kasus KM 50.
"Ini orang bermasalah dalam KM 50, dalam urusan adu domba anak bangsa, dalam urusan menghina para habaib. Saudara, kenapa diangkat jadi penasihat presiden?" kata Rizieq.
"Pantes saja presiden bilang pergi sono ke Yaman karena Jenderal Bariho ini memang benci Yaman," sambungnya.
Rizieq berpandangan istilah Yaman tersebut secara tidak sadar disampaikan Prabowo karena sudah terpengaruh lebih dahulu.
"Ada yang bilang, 'Habib ini bapak presiden terpeleset. Saya percaya terpeleset tapi kenapa bisa terpeleset? Habis ngobrolnya sama orang yang anti Yaman, bagaimana enggak terpeleset?'," kata Rizieq.
"Jadi begitu ngomong ingat tuh sudah kedoktrin ngobrol istana sama orang yang anti Yaman, dijelekin," tandasnya.