Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 06 Mei 2026 | 13:55 WIB
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
Daycare Little Aresha yang terlihat semakin banyak dicoret-coret, Minggu (3/5/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
baca 10 detik
  • Orang tua korban kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta menginisiasi petisi menuntut sanksi akademik terhadap dosen UGM, Cahyaningrum Dewojati.
  • Petisi tersebut mendesak universitas menjatuhkan sanksi berat kepada dosen yang menjabat sebagai penasihat yayasan di daycare tersebut.
  • Fakultas Ilmu Budaya UGM sedang berkoordinasi dengan pihak universitas untuk memproses status kepegawaian dosen terkait sesuai aturan disiplin.

Suara.com - Para orang tua korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha (LA) Yogyakarta secara resmi menginisiasi petisi yang ditujukan kepada Universitas Gadjah Mada (UGM).

Langkah ini diambil sebagai bentuk desakan agar pihak universitas menjatuhkan sanksi akademik terhadap oknum dosen yang tercatat masuk dalam struktur kepengurusan yayasan tersebut.

Adapun salah satu staf pengajarnya yang dimaksud yakni Cahyaningrum Dewojati. Diketahui dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) itu tercatat sebagai Penasihat Yayasan Daycare Little Aresha.

"Kami menginisiasi untuk membuat petisi untuk UGM supaya memberikan sanksi akademik untuk salah satu dosen yang diduga terlibat dalam struktur organisasi daycare LA, seperti itu. Nanti bentuk petisinya seperti apa, nanti akan kami rembuk dengan tim," kata perwakilan orang tua korban, Huri saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (6/5/2026).

Huri menekankan bahwa meskipun proses pidana sedang berjalan di kepolisian, para orang tua mendorong agar sanksi etik dan akademik didahulukan oleh pihak kampus.

"Iya (desakan) penjatuhan sanksi, minimal sanksi akademik. Walaupun sanksi pidananya kan masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan, tetapi yang kita dorong sanksi akademik terlebih dahulu," tegasnya.

Mereka turut meminta ruang audiensi agar bisa menyampaikan secara langsung dampak psikis dan fisik yang dialami anak-anak mereka akibat tindakan di daycare tersebut.

Terkait posisi dosen tersebut sebagai penasihat, para orang tua merasa sulit menerima jika yang bersangkutan disebut tidak mengetahui operasional harian.

Secara logika, menurut mereka, jabatan di struktur atas seharusnya memiliki tanggung jawab pengawasan terhadap peristiwa yang terjadi di dalam lembaga.

baca juga

"Kami hanya merasionalkan saja terkait dengan dosen yang diduga terlibat dalam organisasi daycare ini. Harusnya yang namanya penasihat ya, atau struktur yang paling atas itu juga pasti mengetahui apa yang terjadi di dalam Daycare (Little) Aresha itu," tuturnya.

Selain persoalan sanksi internal kampus, perwakilan orang tua lainnya, Noorman Windarto, menyatakan kekecewaan mendalam atas respons awal UGM yang menyebut keterlibatan dosen tersebut hanya bersifat personal.

Ia mempertanyakan sensitivitas dan rasa kemanusiaan pihak universitas sebagai sesama lembaga pendidikan.

"Jelas (belum puas). Jawabannya (UGM) kan cuma personal, ini kegiatan personal. Itu jawaban kita yang rasa kemanusiaannya UGM di mana nih. Saya berani mengatakan itu rasa kemanusiaannya di mana gitu terhadap seratus sekian orang tua," ujar Noorman.

Disampaikan Noorman, alasan kelalaian personal tidak sebanding dengan trauma yang dialami anak-anak pada masa usia emas mereka.

Ia pun secara terang-terangan menyebut bahwa para orang tua menginginkan sanksi terberat bagi siapa pun civitas akademika yang terlibat, termasuk kemungkinan pemecatan.

"Ya kami pengen UGM memberikan sanksi yang seberat-beratnyalah untuk untuk pihak yang terlibat di sana. Ya kami akan coba melakukan itu (desakan pemecatan)," tandasnya.

Hingga saat ini, petisi tersebut telah mendapat dukungan mayoritas dari para orang tua korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

Beckham Putra Punya Modal Penting Buat Kalahkan Persija Jakarta

Beckham Putra Punya Modal Penting Buat Kalahkan Persija Jakarta

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:27 WIB

Analisis Jean-Paul Van Gastel usai PSIM Dihajar Persib, Soroti Gol Cepat Lawan

Analisis Jean-Paul Van Gastel usai PSIM Dihajar Persib, Soroti Gol Cepat Lawan

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:07 WIB

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:01 WIB

Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris

Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 06:30 WIB

Terkini

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 06:15 WIB

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

×