Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:47 WIB
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
Presiden Prabowo Subianto dalam taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Dok. Bakom RI)
baca 10 detik
  • Pengamat UMY Zuly Qodir menyatakan langkah pemerintah menggandeng homeless media berisiko memicu krisis kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo.
  • Pemanfaatan buzzer untuk melawan kritik masyarakat dengan narasi tidak faktual dikhawatirkan merusak kualitas demokrasi digital di Indonesia.
  • Pengerahan homeless media berpotensi menyempitkan ruang kritik serta menciptakan budaya politik yang hanya berorientasi menyenangkan pihak penguasa.

Suara.com - Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir, menilai langkah pemerintah yang menggandeng homeless media berpotensi menjadi bumerang bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memunculkan krisis kepercayaan publik. Terlebih informasi yang disebarkan justru berisi propaganda atau narasi tandingan terhadap kritik masyarakat.

Zuly mengatakan, saat ini masyarakat hidup di era media digital ketika informasi yang paling sering muncul di platform media sosial cenderung dianggap sebagai kebenaran oleh publik.

Kondisi itu membuat peran buzzer menjadi sangat kuat dalam membentuk opini masyarakat.

"Ya, era sekarang memang era media sosial. Era di mana platform-platform yang paling sering dilihat itu adalah platform yang dianggap menggambarkan kebenaran informasi. Dan semakin banyak orang melihat itu, kemudian kita itu menjadi bagian dari platform tersebut," kata Zuly kepada Suara.com, Kamis (7/5/2026)

Disampaikan Zuly, penggunaan homeless media oleh pemerintah ini setidaknya menghadirkan dua kemungkinan.

Pertama, dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang benar kepada publik.

Namun di sisi lain, homeless media ini berpotensi dipakai untuk menyebarkan informasi tandingan terhadap kritik atau pemberitaan yang berasal dari kelompok masyarakat sipil maupun oposisi pemerintah.

Menurutnya, apabila kemudian pemerintah menggunakan buzzer untuk melawan kritik publik dengan menyebarkan informasi yang tidak sesuai realitas, maka situasi demokrasi digital di Indonesia justru akan semakin kacau.

baca juga

Ia menilai risiko penyimpangan informasi menjadi lebih besar dibandingkan penyampaian informasi yang benar.

"Kalau yang dimaksudkan adalah untuk membuat hoaks news atau tandingan terhadap berita masyarakat, maka menjadi semakin runyam menurut saya pemberitaan digital," ucapnya.

Kondisi tersebut pada akhirnya, kata Zuly, dapat berdampak langsung terhadap citra pemerintahan Prabowo.

Ia mengatakan publik bisa kehilangan kepercayaan apabila pemerintah dianggap sengaja memelihara buzzer untuk membangun opini yang tidak sesuai fakta.

"Kalau informasinya tidak benar ya sebenarnya merugikan, karena itu membodohi dan membohongi publik gitu dan orang semakin tidak percaya terhadap pemerintahan Prabowo," tandasnya.

Ia turut menyoroti pola kerja buzzer yang dinilai sangat bergantung pada kepentingan pihak yang membiayai atau memelihara mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:55 WIB

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:49 WIB

Apa Itu 'Homeless Media' yang Viral dari Kebijakan Bakom RI

Apa Itu 'Homeless Media' yang Viral dari Kebijakan Bakom RI

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:02 WIB

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:33 WIB

Jejak Berdarah Maluku Tenggara: Mengurai Benang Kusut Kematian Nus Kei di Tengah Rivalitas Politik

Jejak Berdarah Maluku Tenggara: Mengurai Benang Kusut Kematian Nus Kei di Tengah Rivalitas Politik

News | Selasa, 21 April 2026 | 07:34 WIB

Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi

Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:17 WIB

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Opini | Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Perjalanan Menuju 70 Tahun Astra: Pendaftaran Astra Half Marathon 2026 Resmi Dibuka 15 September

Perjalanan Menuju 70 Tahun Astra: Pendaftaran Astra Half Marathon 2026 Resmi Dibuka 15 September

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 21:13 WIB

Bansos Beras 30 Kg Pakai Data Desil Terbaru, Cair Juli-September 2026

Bansos Beras 30 Kg Pakai Data Desil Terbaru, Cair Juli-September 2026

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 21:13 WIB

Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait Mafia Tanah, Pelayanan BPN Cibinong Kembali Normal

Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait Mafia Tanah, Pelayanan BPN Cibinong Kembali Normal

Bogor | Kamis, 10 September 2026 | 21:09 WIB

DRed FC Warnai Sepak Bola Surabaya, Bonek: Kami Tidak Akan Mendukung Dua Klub!

DRed FC Warnai Sepak Bola Surabaya, Bonek: Kami Tidak Akan Mendukung Dua Klub!

Jatim | Kamis, 10 September 2026 | 21:09 WIB

LG Bawa Presisi OLED ke TV LCD, MRGB evo AI Dikembangkan dengan Talenta Indonesia

LG Bawa Presisi OLED ke TV LCD, MRGB evo AI Dikembangkan dengan Talenta Indonesia

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 21:08 WIB

BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar

BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:08 WIB

KPK Telusuri Deposito dan Bangunan Milik Eks Kepala Kanwil Pajak Haniv

KPK Telusuri Deposito dan Bangunan Milik Eks Kepala Kanwil Pajak Haniv

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:01 WIB

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 21:00 WIB

Gak Salah Sasaran Lagi! Bansos Bakal Disalurkan Lewat AI Mulai Oktober 2026

Gak Salah Sasaran Lagi! Bansos Bakal Disalurkan Lewat AI Mulai Oktober 2026

Video | Kamis, 10 September 2026 | 20:55 WIB

Kuasa Hukum BTN Siap Somasi, Ini Fakta di Balik Klaim Dana Rp17 Miliar

Kuasa Hukum BTN Siap Somasi, Ini Fakta di Balik Klaim Dana Rp17 Miliar

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 20:52 WIB

×