- Dua warga Singapura yang berasal dari kapal MV Hondius kini menjalani isolasi dan tes kesehatan di NCID.
- Mereka diduga terpapar virus Andes setelah satu penerbangan dengan penumpang lain yang positif terinfeksi hantavirus tersebut.
- Otoritas Singapura melakukan observasi ketat dan pelacakan kontak guna mengantisipasi penyebaran virus dari klaster kapal pesiar.
Hingga kini, sedikitnya delapan kasus hantavirus, termasuk tiga kematian, telah dikaitkan dengan klaster wabah di MV Hondius.
WHO sebelumnya mengonfirmasi lima kasus positif terkait kapal tersebut.
Virus yang ditemukan adalah strain Andes, jenis hantavirus langka dari Amerika Selatan yang diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kontak dekat.
Gejala infeksi biasanya meliputi demam, nyeri tubuh, kelelahan, gangguan pencernaan, hingga sesak napas. Dalam kasus berat, penyakit ini dapat berkembang cepat menjadi syok dan kematian.