- Kebakaran rumah tinggal terjadi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.
- Anggota BPK RI, Haerul Saleh, meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang diduga dipicu sisa bahan kimia.
- Sebanyak 46 personel pemadam berhasil memadamkan api dan mengevakuasi korban ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan.
Suara.com - Insiden kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada Jumat (8/5/2026) pagi.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 07.53 WIB dari seorang warga.
"Kami segera mengerahkan personel ke lokasi setelah menerima laporan tersebut," ujar Asril dalam keterangan tertulisnya.
Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa itu.
Haerul Saleh merupakan anggota DPR dari Gerindra sebelum terpilih sebagai anggota BPK RI. Dia pernah menjabat sebagai anggota DPR di Komisi XI.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kepulan asap hitam pekat pertama kali terlihat muncul dari lantai tiga rumah.
Api diduga berasal dari sisa bahan kimia berupa tinner bekas renovasi rumah yang memicu penyalaan api.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 08.05 WIB dan langsung melakukan operasi pemadaman. Api berhasil dilokalisir pada pukul 08.15 WIB, disusul dengan proses pendinginan.
Mengerahkan 12 unit pemadam kebakaran dan 46 personel, operasi dinyatakan selesai pada pukul 08.46 WIB.
Dalam insiden ini, tujuh orang terdampak dengan salah satu korban bernama Khaerul Soleh dinyatakan meninggal dunia. Diketahui,
"Korban meninggal dunia sudah dievakuasi oleh petugas di lapangan, dan langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut," papar Asril.
Belum ada informasi lebih detail mengenai taksiran kerugian yang timbul imbas lalapan si jago merah.