- Kodim 0623 Cilegon dan DPKP memberikan edukasi ketahanan pangan kepada siswa SMPN 1 Cilegon pada 9 Mei 2026.
- Program ini merupakan bagian dari TMMD 128 untuk mendorong minat regenerasi petani muda melalui praktik pertanian modern.
- Kegiatan ini bertujuan agar generasi muda dapat menjaga keberlanjutan sektor pangan di tengah dominasi industri Kota Cilegon.
Suara.com - Edukasi terkait ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terus disosialisasikan oleh Kodim 0623 Cilegon. Kali ini, pelajar menjadi sasaran yang mendapat giliran menerima paparan soal ketahanan pangan.
Bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Cilegon, Komandan Kodim 0623 Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori mengedukasi siswa SMPN 1 Cilegon tentang pentingnya ketahanan pangan dan regenerasi petani Cilegon, Jumat 9 Mei 2026.
Pemaparan soal ketahanan pangan itu merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 128 yang dikomandoi Kodim 0623 Cilegon.
Komandan Kodim 0623 Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori mengungkapkan, penyuluhan ini digelar dalam rangka TMMD 128 dengan tujuan memberikan wawasan kepada para pelajar mengenai dunia pertanian modern yang kini sudah didukung teknologi.
"Kami ingin memberikan edukasi kepada generasi muda tentang ketahanan pangan dan pertanian, jangan sampai regenerasi petani terputus," katanya kepada awak media.
Kata Dandim 0623 Cilegon, meski Kota Cilegon dikenal sebagai kota industri. Kota yang berada diujung barat Pulau Jawa itu masih tetap mempunyai wilayah pertanian dan persawahan dan harus dipertahankan keberlangsungannya melalui regenerasi petani muda.
"Dari hasil survei di lapangan, rata-rata usia petani saat ini sudah di atas 60 hingga 70 tahun. Kalau tidak ada penerus, tentu ini menjadi tantangan besar ke depan," paparnya.
Menurut Imam Buchori, sektor pertanian saat ini tidak lagi identik dengan cara tradisional dan sudah jauh berkembang dari sebelumnya.
"Kini sudah berkembang dengan berbagai teknologi modern yang mampu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani," ujarnya.
Dalam agenda tersebut, para pelajar diperkenalkan secara langsung dengan praktik pertanian dan perikanan, mulai dari menanam tanaman pangan, melihat budidaya ikan, hingga mengenal tanaman hortikultura seperti cabai.
Imam Buchori berharap generasi muda yang tengah sekolah bisa terinspirasi. Kata dia, pangan itu penting dan akan selalu dibutuhkan di setiap generasi.
"Jangan hanya berpikir ingin bekerja di sektor industri atau perkantoran saja, karena sektor pangan memiliki masa depan yang berkelanjutan," ungkapnya.
"Dengan adanya praktik langsung di lapangan, Kodim 0623 Cilegon berharap muncul minat baru dari kalangan pelajar untuk ikut berkontribusi di bidang pertanian dan ketahanan pangan demi masa depan bangsa," sambung Imam Buchori.
Sementara itu, salah satu peserta yang ikut dalam sosialisasi ketahanan pangan, Herlinawati mengaku senang karena dirinya bersama yang lain diajak langsung ke kebun dan mendapatkan ilmu pengetahuan.
"Pembelajarannya asyik banget. Karena langsung di kebun, banyak ilmu yang saya dapat di sini," ungkapnya.