- Presiden Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan di Kota Gorontalo yang selesai dibangun Desember 2025.
- Kawasan ini menyediakan fasilitas produksi dan rantai dingin terintegrasi untuk menjaga stabilitas harga serta kualitas hasil tangkapan nelayan.
- Pengelolaan kawasan oleh Koperasi Merah Putih bertujuan mendukung operasional 612 nelayan aktif dengan komoditas utama tuna dan cakalang.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kota Gorontalo, hari ini.
Pantauan langsung di KNMP Leato Selatan, pengamanan di lokasi telah disiagakan. Termasuk kehadiran para nelayan.
KNMP Leato Selatan Kota Gorontalo merupakan salah satu lokasi prioritas pembangunan KNMP Tahap I Tahun 2025 yang mulai dibangun pada 11 September 2025 dan berhasil diselesaikan tepat waktu pada 31 Desember 2025 di atas lahan seluas 3.895 m².

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Kwandang, Yanwar Amri Yasman menyampaikan KNMP Leato Selatan memiliki sejumlah fasilitas produksi, penanganan hasil perikanan, dan layanan pendukung kawasan pesisir yang teintegrasi dengan pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.
Fasilitas-fasilitas tersebut, di antaranya fasilitas produksi seperti pabrik es dan cold storage. Fasilitas pendukung, antara lain tempat tambatan perahu, sentra pembongkaran ikan. Fasilitas untuk perbaikan seperti docking, fasilitas perbaikan jaring atau alat tangkap, serta bengkel.
"Selain itu juga untuk kebutuhan melaut atau logistik nelayan itu tersedia kios perbekalan dan ada juga kios kuliner," kata Yanwar.
Yanwar mengatakan total hasil tangkapan nelayan di wilayah sebanyak 6 ton dalam satu tahun. Dengan rata-rata tangkapan setiap harinya sekitar 10 ton sampai 15 ton.
Keberadaan KNMP Leato Selatan yang berbatasan langsung dengan laut ini diharapkan dapat menjaga pasokan serta stabilitas hasil tangkapan nelayan.
Sebelumnya, nelayan harus menjual tangkapan pada hari yang sama untuk menjaga kesegaran ikan. Hal itu berdampak terhadap penurunan harga jika dalam kondisi puncak musim tangkapan karena produksi melimpah melebihi kapasitaa daya serap pasar.
"Nah, ketika sudah ada fasilitas cold storage di dalam lokasi KNMP, tentu pada saat harga turun, produksi melimpah, ikan bisa disimpan dulu di dalam cold storage yang bisa bertahan lebih dari satu tahun tentunya. Seperti itu. Kalau produk beku itu lebih dari satu tahun bisa," kata Yanwar.
Yanwar menyanpaikan cold storage di KNMP Leato Selatan memiliki dua fasilitas pembekuan dengan daya tampung satu ton dan fasilitas penyimpangan setelah dibekukan berkapasitas sepuluh ton.
Mengenai fasilias pabrik es, Yanwar mengatakan dalam satu kali poduksi kapasitas es yang dihasilkan bisa mencapai satu ton. Dalam satu hari, bisa dua kali produksi yang artinya salam 24 jam es yang dihasilkan sebanyak dua ton.

"Nah, saat ini pihakpengelola koperasi sudah melakukan proses pemasaran kepada masyarakat dengan cara pengantaran langsung bisa, order melalui petugas koperasi juga bisa," kata Yanwar.
Yanwar mengatakan pengelolaan KNMP Leato Selatan akan dilakukan langsung lewat Koperasi Desa Merah Putih.
"Yang mengelola KNMP ini nantinya adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Nah, itu yang akan mengelola yang tentunya sudah dibentuk sebelumnya melalui Kementerian Koperasi," kata Yanwar.