Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB
Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Ilustrasi pembangunan tropis (Freepik/freepik)
baca 10 detik
  • Yayasan Konservasi Alam Nusantara menginisiasi program SIGAP sejak 2010 guna mendukung pembangunan ekonomi serta pelestarian lingkungan berbasis desa.
  • Program ini diterapkan di Kalimantan Timur dan Utara melalui penguatan tata kelola desa, perhutanan sosial, dan pengembangan ekonomi lokal.
  • Implementasi SIGAP berhasil menekan laju deforestasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi aktif antara pemerintah dan penduduk desa.

Suara.com - Di tengah meningkatnya ancaman deforestasi dan krisis ekologis di berbagai wilayah Indonesia, sejumlah desa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mulai menunjukkan pendekatan pembangunan yang berbeda.

Melalui penguatan tata kelola desa dan pelibatan aktif masyarakat, pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dinilai dapat berjalan beriringan.

Praktik tersebut mengemuka dalam kegiatan Ekspos Program SIGAP bertema “Simpul Hijau: Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Desa/Kampung” yang digelar di Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan itu menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran dari praktik pembangunan hijau berbasis desa yang dijalankan di empat kabupaten, yakni Berau, Kutai Timur, Bulungan, dan Mahakam Ulu.

Pendekatan yang digunakan dikenal dengan nama SIGAP atau Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan. Program ini dikembangkan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) sejak 2010 bersama pemerintah daerah dan sejumlah organisasi mitra.

SIGAP berfokus pada penguatan tata kelola desa, kepastian hak kelola sumber daya alam, termasuk melalui skema perhutanan sosial, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, mengatakan pembangunan berbasis desa seperti yang diterapkan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menunjukkan arah ideal pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Akses kelola hutan harus dibangun bersama tata kelola desa yang kuat. Ketika desa didampingi untuk merencanakan dan mengelola sumber daya alamnya, perhutanan sosial dapat menjadi instrumen nyata bagi perlindungan hutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan SIGAP pertama kali diterapkan di dua desa di wilayah pinggir hutan Kabupaten Berau pada 2010. Program tersebut kemudian berkembang hingga menjangkau seluruh kampung di Berau melalui inisiatif SIGAP Sejahtera pada 2018.

baca juga

Saat ini, SIGAP telah diterapkan di 100 desa dan kampung di Berau, 16 desa di Kutai Timur, 18 desa di Bulungan dengan target total 74 desa, serta delapan kampung di Mahakam Ulu dengan target 23 kampung. Model serupa juga mulai direplikasi di Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Papua Barat Daya.

Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan pendekatan SIGAP membantu pemerintah daerah menyelaraskan agenda pembangunan ekonomi dengan perlindungan lingkungan.

“Bagi kami di Bulungan, menjaga hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa adalah dua agenda yang harus berjalan bersama,” katanya.

Hal serupa disampaikan Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk. Menurutnya, pendampingan masyarakat sekitar hutan melalui tata kelola berkelanjutan dan pengembangan komoditas lokal membantu menekan laju deforestasi.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyoroti keberadaan Akademi Kampung SIGAP (AKS) sebagai ruang belajar bersama antar desa untuk memperkuat kepemimpinan kampung yang lebih adaptif dan kolaboratif.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas, Jayadi, menilai praktik pembangunan hijau dari desa-desa di Kalimantan penting menjadi referensi kebijakan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:02 WIB

B50 Digenjot untuk Energi, Mengapa Dikhawatirkan Picu Deforestasi dan Harga Pangan?

B50 Digenjot untuk Energi, Mengapa Dikhawatirkan Picu Deforestasi dan Harga Pangan?

News | Senin, 20 April 2026 | 15:00 WIB

Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?

Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?

News | Senin, 06 April 2026 | 12:00 WIB

Terkini

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda

Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51 WIB

×