Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

Yasinta Rahmawati

Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB
Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih
Ilustrasi - Produk camilan Calbee. (Instagram)
baca 10 detik
  • Produsen camilan Calbee akan mengubah desain kemasan produk menjadi monokrom mulai akhir Mei 2026.
  • Perubahan desain kemasan tersebut diambil imbas krisis pasokan bahan baku kimia akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah.
  • Gangguan keamanan di Selat Hormuz menyebabkan lonjakan biaya logistik global.

Suara.com - Produsen camilan ternama asal Jepang, Calbee, mengumumkan akan beralih sementara ke kemasan hitam putih untuk beberapa produknya yang paling terkenal.

Melansir NHK World Japan, kebijakan itu diambil sebagai respons atas krisis pasokan bahan baku kimia akibat ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.

Dalam sebuah pernyataan, Calbee mengatakan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk membantu menjaga pasokan produk yang stabil.

Selama ini, produk keripik kentang dan makanan ringan buatan Calbee identik dengan desain bungkus yang mencolok dan kaya warna. Seperti warna kuning, merah, atau oranye untuk membedakan setiap varian rasa.

Ketidakstabilan pasokan dan lonjakan harga tinta cetak yang ekstrem memaksa Calbee menyederhanakan desain kemasan mereka guna menjaga kelangsungan bisnis dan produksi.

Sejumlah sumber melaporkan bahwa Calbee sudah memberitahukan kebijakan tersebut pada mitra bisnis. 

Mengutip BBC, pihak Calbee mengatakan kemasan bergaya baru untuk 14 produknya, termasuk keripik dan kerupuk udang, akan mulai muncul di toko-toko di Jepang mulai 25 Mei.

Seperti yang diketahui, barang-barang kebutuhan sehari-hari terdampak setelah Iran secara efektif menutup jalur air utama Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terhadap negara tersebut.

Pasokan nafta, produk sampingan dari penyulingan minyak yang digunakan dalam tinta dan plastik, terkena dampak parah akibat perang Iran.

baca juga

Harga nafta di Asia hampir berlipat ganda sejak konflik dimulai, sehingga meningkatkan biaya bagi bisnis di kawasan tersebut.

Sebelum perang, sekitar 40% nafta Jepang diimpor dari Timur Tengah, kata wakil kepala sekretaris kabinet Jepang, Kei Sato, kepada wartawan pada hari Selasa.

Krisis ini tidak hanya dialami oleh perusahaan makanan di Jepang. NYK Line, perusahaan pelayaran dan logistik besar Jepang sedang mempertimbangkan rute baru untuk mobil yang dipasarkan di Timur Tengah.

Pasalnya, selat Hormuz pada dasarnya masih tertutup namun permintaan atas layanan perusahaan tetap menggeliat karena permintaan mobil di Timur Tengah masih kuat. Hal itu diungkap oleh Presiden NYK Line, Takaya Soga pepada Senin (11/05/2026).

Ia juga mengatakan bahwa salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah membongkar muatan di Oman kemudian menuntaskan pengiriman melalui jalur darat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 06:47 WIB

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 22:08 WIB

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:14 WIB

Nasib Pasokan Energi Global Kini di Tangan Xi Jinping, Harga Minyak Sudah Melambung Tinggi!

Nasib Pasokan Energi Global Kini di Tangan Xi Jinping, Harga Minyak Sudah Melambung Tinggi!

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:08 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×