Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:30 WIB
Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?
Presiden Rusia Vladimir Putin (Pixabay/Dimitro Sevastopol)
baca 10 detik
  • Peluang gencatan senjata Rusia-Ukraina 2026 diprediksi mencapai lebih dari 50 persen tahun ini.

  • Ukraina berhasil memproduksi 70 persen kebutuhan militer secara mandiri di tengah krisis suplai Barat.

  • Tekanan ekonomi dan instabilitas domestik memaksa Kremlin mulai mempertimbangkan opsi penghentian perang.

Suara.com - Peluang berakhirnya kontak senjata antara Rusia dan Ukraina diprediksi semakin menguat menjelang paruh kedua tahun 2026. Kombinasi antara kemandirian militer Kyiv dan krisis internal di Kremlin menjadi faktor penentu penghentian perang ini.

Kebuntuan di garis depan pertempuran memaksa kedua belah pihak mempertimbangkan opsi diplomasi untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Rusia mulai kehilangan momentum serangan meski diuntungkan oleh lonjakan harga komoditas energi global saat ini.

Ukraina justru menunjukkan taji dengan menghancurkan jalur logistik minyak di wilayah kedaulatan Rusia, termasuk pelabuhan Tuapse.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com)

Langkah berani ini memicu penurunan stabilitas domestik Rusia hingga memaksa pemerintah membatasi akses internet seluler.

Mantan utusan AS, Kurt Volker, menyebut bahwa militer Ukraina kini berada dalam posisi yang jauh lebih tangguh.

Ketergantungan Kyiv terhadap pasokan senjata dari negara-negara Barat dilaporkan telah menurun secara signifikan secara sistematis.

"Ukraina kini mampu memenuhi sekitar 60 hingga 70% kebutuhan militernya sendiri," ujar Volker terkait ketahanan pertahanan Ukraina, dikutip dari DW Jerman.

Angka ini menjadi jaminan bagi Kyiv untuk tetap bertahan meskipun perhatian Amerika Serikat terpecah ke wilayah Teluk.

Detik-detik Video Pasukan Udara Ukraina Hancurkan Jembatan Penting di Kursk, Rusia pada Rabu (16/8/2024) waktu setempat. (Suara.com/ via X)
Detik-detik Video Pasukan Udara Ukraina Hancurkan Jembatan Penting di Kursk, Rusia pada Rabu (16/8/2024) waktu setempat. (Suara.com/ via X)

Pengalihan fokus Gedung Putih terhadap konflik Iran dan Israel memang sempat memicu kekhawatiran serius di internal Ukraina. Namun, transformasi industri pertahanan dalam negeri memungkinkan mereka beroperasi meski tanpa bantuan rudal Patriot yang mulai terbatas.

baca juga

Ketidakpastian politik di Amerika Serikat menjelang pemilu sela menjadi variabel yang sangat memengaruhi durasi perang ini. Kebijakan Donald Trump yang lebih memprioritaskan isu Iran dan Kuba mulai menekan posisi tawar Ukraina secara politik.

Zelenskyy mengakui adanya tekanan dari Washington agar pasukannya mundur dari wilayah Donbass sebagai syarat damai sementara.

Evelyn Farkas dari McCain Institute menilai desakan tersebut adalah bentuk manuver politik yang akan diuji pasca-pemilu November.

"Hal itu bisa cukup untuk menekan pemerintah AS agar tetap melanjutkan dukungan kepada Ukraina dan NATO," tegas Farkas.

Jika dominasi Republik melunak setelah pemilihan, aliran bantuan untuk membendung pengaruh Rusia diprediksi akan kembali stabil.

Pakar militer melihat bahwa mengakhiri perang melalui kemenangan total di medan tempur adalah hal yang mustahil dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:03 WIB

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:28 WIB

Terkini

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

×