Laporan UNICEF: Satu Anak Palestina Meninggal Tiap Pekan, 85 Persen Ulah Israel

Arief Apriadi

Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:19 WIB
Laporan UNICEF: Satu Anak Palestina Meninggal Tiap Pekan, 85 Persen Ulah Israel
Puluhan bocah Palestina berdemo di Jalur Gaza meminta dunia internasional campur tangan menghentikan blokade Israel, Minggu (4/2/2018). [AFP/Mahmud Hams]
baca 10 detik
  • UNICEF melaporkan rata-rata satu anak Palestina meninggal dunia setiap pekan di Tepi Barat sejak Januari 2025.
  • Pasukan Israel dan pemukim ilegal menyebabkan kematian serta luka berat pada banyak anak melalui berbagai tindakan kekerasan.
  • UNICEF mendesak komunitas internasional segera bertindak menghentikan kekerasan dan memastikan perlindungan hak anak sesuai hukum internasional.

Suara.com - Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF) merilis laporan yang mengungkap rata-rata satu anak Palestina meninggal dunia setiap pekan di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Laporan tersebut menyoroti tingginya angka kekerasan yang melibatkan pasukan Israel dan pemukim ilegal Yahudi terhadap warga sipil, termasuk anak-anak.

UNICEF juga mendesak komunitas internasional segera bertindak untuk menghentikan kekerasan yang terus berlangsung di Palestina.

UNICEF Ungkap Tingginya Korban Anak di Tepi Barat

Puluhan bocah Palestina berdemo di Jalur Gaza meminta dunia internasional campur tangan menghentikan blokade Israel, Minggu (28/1/2018). [AFP/Said Khatib]
Puluhan bocah Palestina berdemo di Jalur Gaza meminta dunia internasional campur tangan menghentikan blokade Israel, Minggu (28/1/2018). [AFP/Said Khatib]

Juru Bicara UNICEF, James Elder, dalam konferensi pers di Jenewa, memaparkan data terkait situasi di Tepi Barat.

Sejak Januari 2025, rata-rata satu anak Palestina meninggal dunia setiap minggu akibat kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.

"Artinya, 70 anak Palestina meninggal dunia dalam kurun waktu ini. Sebanyak 93 persen di antaranya meninggal di tangan pasukan Israel dan 850 anak lainnya terluka," kata Elder.

Menurut Elder, tingginya angka kematian anak tidak hanya dipicu serangan militer yang meningkat, tetapi juga akibat kekerasan sistematis yang telah berlangsung lama.

Ia menilai dampak yang dialami anak-anak Palestina sudah berada pada tingkat yang tidak dapat diterima secara kemanusiaan.

baca juga

Maret 2026 Jadi Periode Paling Berdarah

UNICEF mencatat Maret 2026 menjadi periode paling berdarah dalam 20 tahun terakhir di Tepi Barat. Jumlah warga Palestina yang terluka akibat serangan pemukim ilegal disebut mencapai titik tertinggi.

Mayoritas anak-anak meninggal dunia atau mengalami luka berat akibat tembakan peluru tajam yang dilakukan tentara dan pemukim Israel.

Selain itu, sejumlah anak juga menjadi korban penusukan, pemukulan, hingga penyemprotan cairan merica.

Elder menegaskan bahwa kekerasan tersebut bukan insiden terpisah, melainkan pola pelanggaran hak anak yang terus berulang.

Pelanggaran itu mencakup serangan terhadap rumah warga, sekolah, hingga sumber air yang digunakan masyarakat Palestina.

UNICEF Desak Dunia Internasional Bertindak

UNICEF memperingatkan bahwa dampak kekerasan tidak hanya berupa serangan fisik, tetapi juga penghancuran sistem kehidupan masyarakat.

Kerusakan meliputi pembongkaran rumah, perusakan sekolah, sabotase infrastruktur air bersih, hingga pembatasan akses layanan kesehatan.

"Penderitaan mereka tidak dapat dinormalisasi," tegas Elder.

UNICEF mendesak otoritas Israel untuk segera mencegah pembunuhan dan penganiayaan lebih lanjut terhadap anak-anak Palestina.

Lembaga tersebut juga meminta perlindungan terhadap rumah, sekolah, dan akses air bersih sesuai hukum internasional.

"UNICEF juga mendesak negara-negara anggota untuk menggunakan kekuasaannya dalam memastikan hukum internasional dihormati," tutup Elder.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengibaran Bendera Palestina Lamine Yamal Dianggap Hasutan Kebencian oleh Israel

Pengibaran Bendera Palestina Lamine Yamal Dianggap Hasutan Kebencian oleh Israel

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:04 WIB

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona, Israel Murka

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona, Israel Murka

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:22 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 09:02 WIB

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

×