Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

Bimo Aria Fundrika

Senin, 18 Mei 2026 | 11:28 WIB
Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi
Sejumlah Masyarakat Adat Malaumkarta Raya sedang melakukan prosesi pembukaan Egek di pesisir kampung Malaumkarta pada Senin, 4 Mei 2026. Dokumentasi AMAN
baca 10 detik
  • Masyarakat Adat Malaumkarta Raya kembali membuka sistem konservasi adat Egek sebagai cara menjaga laut dan hutan dari eksploitasi berlebihan melalui aturan buka-tutup kawasan adat.
  • Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek bukan sekadar ritual, tetapi bentuk perlindungan ruang hidup sekaligus solusi berbasis kearifan lokal untuk menghadapi krisis iklim dan kerusakan lingkungan.
  • Masyarakat adat menilai dukungan pemerintah harus diwujudkan lewat perlindungan hukum dan penguatan kapasitas, agar sistem adat seperti Egek tetap bertahan di tengah ancaman tambang ilegal dan eksploitasi sumber daya alam.

Suara.com - Di pesisir Kampung Malaumkarta, suara ombak terdengar pelan memecah pantai. Sejumlah tetua adat berdiri melingkar. Di hadapan mereka, masyarakat berkumpul menyaksikan satu prosesi yang bagi Masyarakat Adat Malaumkarta Raya bukan sekadar ritual, melainkan penanda bahwa laut dan hutan masih dijaga dengan hukum adat.

Hari itu, Senin (4/5/2026), sistem konservasi adat bernama Egek kembali dibuka.

Prosesi berlangsung khidmat. Para tetua adat memimpin jalannya pembukaan, sementara masyarakat mengikuti dengan tenang. Beberapa pejabat pemerintah daerah dan jaringan masyarakat sipil turut hadir menyaksikan pembukaan Egek di pesisir Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya tersebut.

Bagi masyarakat adat, Egek bukan tradisi simbolik yang dijalankan untuk seremoni tahunan. Sistem ini adalah cara mereka menjaga ruang hidup dari eksploitasi berlebihan.

“Ini adalah cara kami menjaga hidup kami sendiri,” ujar Yustinus Magablo demikian seperti dikutip dari situs Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), baru-baru ini. 

Sejak dulu, kata Yustinus, Egek digunakan sebagai penanda larangan adat. Tidak semua orang bebas masuk mengambil hasil laut atau hasil hutan sesuka hati.

Ada masa tutup. Ada masa buka.

Siklus itu dipercaya menjaga keseimbangan alam agar sumber daya tidak habis dieksploitasi.

“Ada waktu tutup, ada waktu buka. Itu yang menjaga keseimbangan alam,” katanya.

baca juga

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta Raya, konsep itu bahkan sudah dijalankan jauh sebelum istilah konservasi modern ramai digunakan pemerintah dan organisasi lingkungan.

Ketua Perkumpulan Generasi Muda Malaumkarta, Torianus Kalami, mengatakan pembukaan Egek kali ini dilakukan dalam skala besar. Tujuannya bukan hanya untuk kepentingan kampung, tetapi juga sebagai pesan kepada publik bahwa masyarakat adat memiliki sistem perlindungan lingkungan yang hidup dan bekerja nyata.

“Jadi ini bukan kegiatan pribadi, ini kerja kolektif Masyarakat Adat,” ujarnya.

Menurut Torianus, hasil dari pembukaan Egek biasanya digunakan untuk kepentingan bersama, mulai dari pembangunan gereja, peresmian fasilitas kampung, hingga kegiatan keagamaan masyarakat.

Egek sebagai Perlawanan terhadap Krisis Lingkungan

Torianus menjelaskan Egek tidak hanya berlaku di laut. Sistem serupa juga diterapkan di kawasan hutan, dusun, hingga wilayah-wilayah yang memiliki sumber daya penting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi

Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:58 WIB

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB

Akses Perdagangan Karbon Kini Lebih Terbuka, Bagaimana Masyarakat Adat Bisa Ikut?

Akses Perdagangan Karbon Kini Lebih Terbuka, Bagaimana Masyarakat Adat Bisa Ikut?

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:36 WIB

Terkini

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:35 WIB

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:00 WIB

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

Batam | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:52 WIB

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:49 WIB

BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT

BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT

Kalbar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:47 WIB

BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan

BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan

Bali | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×