Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 18 Mei 2026 | 11:43 WIB
Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5
Juru Bicara PDIP Guntur Romli di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan warga desa tidak terdampak pelemahan Rupiah karena tidak menggunakan mata uang dolar AS.
  • Politisi Guntur Romli mengkritik pernyataan tersebut dan menganggap logika Presiden dapat menyesatkan publik terkait stabilitas ekonomi nasional.
  • Guntur menjelaskan pelemahan Rupiah memicu kenaikan harga barang impor yang meningkatkan biaya produksi pertanian serta menekan daya beli.

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut rakyat di desa tidak terdampak pelemahan nilai tukar Rupiah karena tidak menggunakan mata uang dolar AS. 

Guntur menilai logika tersebut keliru dan berpotensi menyesatkan publik.

Ia bahkan mengibaratkan kualitas pernyataan Presiden tersebut seperti jawaban yang salah dalam sebuah kompetisi cerdas cermat

"Kalau ikut Cerdas Cermat, pernyataan Presiden Prabowo itu bisa diberi nilai minus 5. Yang dipermasalahkan bukan dolar sebagai alat tukar. Kalau dalam pemahaman (Presiden) ini, Indonesia memang tidak akan terdampak karena kita pakai Rupiah, bukan dolar. Tapi ini kan menyesatkan," ujar Guntur kepada Suara.com, dikutip Senin (18/5/2026). 

Guntur menjelaskan bahwa meskipun masyarakat desa tidak bertransaksi langsung dengan dolar, stabilitas kurs dolar AS sangat menentukan harga kebutuhan pokok dan biaya produksi di tingkat desa. 

Ia memaparkan rantai dampak ekonomi yang akan dirasakan langsung oleh petani dan warga kecil.

"Karena dolar naik, Rupiah terpuruk. Artinya harga-harga bahan yang diimpor akan melonjak. Warga desa yang petani akan merasakan dampaknya dari naiknya harga pupuk, obat-obatan, pakan ternak, hingga BBM," jelasnya.

Menurutnya, kenaikan harga komponen produksi tersebut akan memicu "efek domino" berupa lonjakan biaya produksi pertanian. Hal ini pada akhirnya akan bermuara pada inflasi yang menekan daya beli masyarakat luas.

"Biaya produksi pertanian akan melangit. Karena biaya-biaya naik, maka akan membuat inflasi. Semua kena imbasnya, khususnya masyarakat kecil, barang-barang bisa tidak terbeli. Rumusnya: Rupiah lemah sama dengan biaya produksi dan distribusi naik, inflasi naik, dan daya beli turun," tegas Guntur.

baca juga

Lebih lanjut, Guntur memberikan analogi sarkastik mengenai cara pemerintah menenangkan masyarakat di tengah krisis nilai tukar. 

Ia mengibaratkan pernyataan tersebut seperti diagnosa dokter yang salah.

"Seperti dokter gadungan yang bilang: ‘Tenang, Bapak nggak kena sakit jantung, cuma kena gagal ginjal kronis saja.’ Tapi tetap sakit, bahkan tetap lebih parah," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pesan terkait kondisi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pidato sambutannya pada peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Di hadapan tamu undangan, Prabowo menepis kekhawatiran sejumlah pihak yang sering melontarkan narasi bahwa Indonesia akan mengalami kejatuhan (collapse) atau kekacauan (chaos) akibat fluktuasi nilai tukar mata uang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Membaca Ketakutan The Economist terhadap Prabowo

Membaca Ketakutan The Economist terhadap Prabowo

Opini | Senin, 18 Mei 2026 | 11:27 WIB

1 Dollar USD Hari Ini Berapa Rupiah? Geger Ucapan Prabowo soal Orang Desa Tak Pakai Dolar

1 Dollar USD Hari Ini Berapa Rupiah? Geger Ucapan Prabowo soal Orang Desa Tak Pakai Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:04 WIB

Presiden Prabowo Tepis Isu RI Bakal Collapse, Sebut Indonesia Masih Oke!

Presiden Prabowo Tepis Isu RI Bakal Collapse, Sebut Indonesia Masih Oke!

Video | Senin, 18 Mei 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:29 WIB

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:17 WIB

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:26 WIB

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:13 WIB

×