Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!

Muhammad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 18 Mei 2026 | 17:54 WIB
Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!
Sejumlah alat berat eskavator memindahkan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang, Cikiwul, Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wsj]
baca 10 detik
  • TPST Bantargebang kini menjadi sumber emisi metana terbesar kedua dunia dengan total timbunan mencapai 80 juta ton sampah.
  • Kondisi sampah organik yang minim oksigen memicu aktivitas mikroorganisme anaerob sehingga menghasilkan emisi gas metana dalam jumlah tinggi.
  • Pemanfaatan teknologi penangkapan gas serta pemilahan sampah dari hulu diperlukan untuk mengurangi emisi dan menciptakan energi terbarukan.

Suara.com - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini menghadapi kondisi kritis. Berdasarkan temuan UCLA Emmett Institute, gunungan sampah di Bantargebang tercatat sebagai sumber emisi metana terbesar kedua di dunia setelah TPA Campo de Mayo di Buenos Aires, Argentina, dengan emisi mencapai 6,3 ton per jam.

Lonjakan emisi itu terjadi di tengah kondisi timbunan sampah yang sudah jauh melampaui kapasitas normal. Saat ini, total sampah di Bantargebang disebut telah menyentuh 80 juta ton, padahal daya tampung idealnya hanya sekitar 30 juta ton.

Pakar biorefinery limbah hayati, energi berkelanjutan, dan teknologi penghilangan karbon dioksida dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Hanifrahmawan Sudibyo, mengatakan tumpukan sampah organik yang lembap dan minim oksigen menjadi lingkungan sempurna bagi mikroorganisme penghasil gas metana.

“Kondisi lembap dan terbatasnya suplai oksigen menjadi lingkungan yang ideal bagi mikroorganisme penghasil metana,” kata Hanif, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, tumpukan sampah organik dalam jumlah besar di Bantargebang membentuk zona-zona minim oksigen, terutama di bagian dalam dan dasar timbunan sampah.

Kondisi itu diperparah oleh air hujan, rendahnya porositas, serta terbatasnya sirkulasi udara yang memicu aktivitas mikroorganisme anaerob, termasuk arkea metanogenik penghasil metana.

“Selama proses penguraian tersebut berlangsung, gas metana akan terbentuk dan dapat terlepas ke atmosfer apabila tidak dikelola dengan baik,” paparnya.

Hanif menjelaskan, metana sebenarnya merupakan bagian alami dari siklus karbon bumi dan muncul dari proses biodegradasi bahan organik.

Namun, persoalan serius muncul ketika emisinya meningkat akibat penumpukan limbah organik yang tidak terkelola.

baca juga

“Mengingat potensi pemanasan global metana lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida dalam jangka waktu tertentu, pelepasan metana dari TPA menjadi salah satu isu penting dalam pengendalian emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Infografis Zona IV TPST Bantargebang longsor dan menelan korban jiwa. (Suara.com/Iqbal)
Infografis Zona IV TPST Bantargebang longsor dan menelan korban jiwa. (Suara.com/Iqbal)

Di sisi lain, Hanif menilai emisi metana dari Bantargebang masih bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif melalui teknologi penangkapan gas metana atau methane capture.

Teknologi itu bekerja dengan memasang jaringan pipa vertikal maupun horizontal di area timbunan sampah untuk mengumpulkan gas yang terbentuk di dalam landfill.

“Gas metana yang terkumpul kemudian dapat dialirkan menuju unit pemurnian maupun pembangkit listrik berbasis biogas untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi,” ucapnya.

Meski begitu, Hanif menegaskan solusi teknologi tidak cukup jika tidak dibarengi pembenahan dari hulu, terutama pemilahan sampah organik sebelum masuk ke TPA.

Ia mendorong pemerintah, masyarakat, hingga badan usaha seperti PLN membangun sistem pemanfaatan gas landfill secara terintegrasi.

“Tingginya potensi produksi metana di TPST Bantargebang dapat menjadi momentum evaluasi pengelolaan sampah nasional, khususnya dalam mendorong pengurangan emisi sekaligus pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:11 WIB

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB

Terkini

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

×