Bantah Gunakan Drone Serang Gereja di Intan Jaya, TNI: Itu Aksi Provokasi Pecah Belah!

Muhammad Yasir

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:53 WIB
Bantah Gunakan Drone Serang Gereja di Intan Jaya, TNI: Itu Aksi Provokasi Pecah Belah!
Korban ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Intan Jaya, Papua Tengah. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Koops TNI Habema membantah keterlibatan TNI dalam insiden ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus, Intan Jaya, pada 17 Mei 2026.
  • Ledakan tersebut mengakibatkan empat warga mengalami luka-luka dan saat ini sedang dalam penanganan medis serta pendalaman aparat.
  • TNI menegaskan karakteristik granat di lokasi tidak sesuai standar militer dan menduga adanya upaya provokasi untuk memecah belah masyarakat.

Suara.com - Komando Operasi (Koops) TNI Habema membantah keterlibatan prajurit TNI dalam insiden ledakan yang terjadi di luar area Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Intan Jaya, Papua Tengah.

Ledakan yang terjadi pada Minggu (17/5/2026) itu menyebabkan empat warga mengalami luka-luka dan kini masih menjalani perawatan intensif.

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menyesalkan munculnya narasi di media sosial yang langsung menuding TNI/Polri sebagai pihak di balik ledakan tersebut.

“Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut,” kata Wirya dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Wirya, hingga saat ini tim gabungan masih melakukan pendalaman dan verifikasi di lapangan untuk mengungkap penyebab ledakan, termasuk mengidentifikasi jenis bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian.

Ia menegaskan karakteristik granat yang ditemukan berbeda dengan standar granat yang biasa digunakan TNI.

“Kami sampaikan, granat yang ditemukan di lokasi memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan granat standar yang digunakan TNI,” katanya.

Wirya juga membantah tudingan yang menyebut TNI menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil di sekitar lokasi gereja.

Selain itu, ia memastikan pendekatan keamanan yang dilakukan aparat di Papua tetap mengedepankan sisi humanis dan perlindungan terhadap masyarakat sipil.

baca juga

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya. Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua,” tuturnya.

Saat ini, Satgas Koops Habema disebut masih melakukan patroli dan pengamanan di wilayah Intan Jaya guna mencegah insiden serupa kembali terjadi.

TNI juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak gereja serta tokoh masyarakat setempat untuk membantu penanganan korban.

“Kami akan terus memberikan update perkembangan secara transparan sesuai fakta yang diperoleh dari tim di lapangan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:33 WIB

Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua

Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:17 WIB

Terkini

Ibadah Menjadi WNI: Mengapa Menertawakan Keadaan Jadi Tameng Terakhir Kita?

Ibadah Menjadi WNI: Mengapa Menertawakan Keadaan Jadi Tameng Terakhir Kita?

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 06:45 WIB

Solusi Finansial WNI di Taiwan, BRImo Hadir Permudah Transaksi Lintas Negara

Solusi Finansial WNI di Taiwan, BRImo Hadir Permudah Transaksi Lintas Negara

Bri | Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

×