CELIOS: Pemerintah Terlalu Sibuk Jaga Narasi Positif Ekonomi

Bella | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:20 WIB
CELIOS: Pemerintah Terlalu Sibuk Jaga Narasi Positif Ekonomi
Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar. [Suara.com/Hiskia]
  • Media Wahyudi Askar dari CELIOS mengkritik pemerintah yang lebih mementingkan narasi positif dibandingkan kondisi ekonomi nyata masyarakat.
  • Klaim pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026 dinilai bertolak belakang dengan tingginya angka PHK serta pengangguran.
  • Pertumbuhan ekonomi saat ini diduga hanya dinikmati kelompok elite dan pemilik modal besar, sehingga tidak mencerminkan kesejahteraan masyarakat luas.

Suara.com - Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, mengkritik pemerintah yang dinilai terlalu fokus menjaga narasi positif ekonomi. Namun, di sisi lain justru mengabaikan kenyataan yang dirasakan masyarakat di lapangan.

"Pertanyaannya, apakah pemerintah fokus pada stabilitas saja dan lupa mengawal kebijakan-kebijakan strategis lainnya? Saya kira dalam perspektif pemerintah mungkin masuk akal. Artinya tentu punya kepentingan menjaga narasi publik agar tetap positif, kira-kira begitu,” kata Media.

Dosen Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada ini menilai jurang antara data yang disampaikan pemerintah dengan kondisi riil masyarakat semakin lebar.

Menurut Askar, pemerintah tidak bisa lagi menganggap masyarakat awam tidak memahami persoalan ekonomi. Ia menyebut meningkatnya literasi publik membuat warga hingga tingkat desa kini memahami isu-isu seperti pajak, subsidi pupuk, hingga nilai tukar rupiah.

"Jadi kita enggak bisa bilang orang-orang desa itu adalah orang yang enggak tahu apa-apa hari ini," ujarnya.

Ia menilai problem utama ekonomi saat ini bukan sekadar angka pertumbuhan, melainkan ketidaksesuaian antara klaim pemerintah dengan kondisi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Padahal, angka ekonomi seharusnya tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga tercermin dalam kualitas hidup publik.

Ia mencontohkan klaim pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026 yang dinilai bertolak belakang dengan situasi di lapangan.

Di tengah klaim tersebut, kata Askar, banyak anak muda justru kesulitan mencari pekerjaan dan gelombang pemutusan hubungan kerja masih terus terjadi.

"Maka persoalannya sekarang gap-nya terlalu jauh antara klaim pemerintah, misalkan beberapa hari yang lalu bilang pertumbuhan ekonomi 5,61 persen. Sedangkan di sisi lain, anak muda sekarang untuk dapat pekerjaan juga sulit," tuturnya.

Belum lagi, ia menyinggung data meningkatnya angka PHK dan klaim jaminan kehilangan pekerjaan yang menurutnya menjadi tanda bahwa kondisi ekonomi masyarakat tidak sebaik narasi resmi pemerintah. Situasi itu memunculkan ketidakpercayaan publik terhadap klaim pertumbuhan ekonomi yang terus digaungkan.

Pemerintah, lanjut Askar, tidak pernah benar-benar menjelaskan siapa pihak yang paling menikmati pertumbuhan ekonomi saat ini. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi sangat mungkin hanya dinikmati kelompok elite, pemilik modal besar, dan para pemegang aset.

"Ada satu hal yang tidak diceritakan oleh pemerintah, yang tidak diceritakan oleh pemerintah, yaitu soal siapa yang menikmati ekonomi hari ini," ujarnya.

"Bisa jadi ekonomi itu memang tumbuh tapi ekonomi itu hanya dinikmati oleh kelas atas, oleh orang super kaya, oleh mereka yang punya kapital, mereka yang punya aset, properti, saham, dan lain-lain," imbuhnya.

Lemahnya pengawasan pemerintah terhadap proyek strategis nasional disinyalir membuka ruang bagi kelompok tertentu untuk meraup keuntungan besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:59 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:10 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Iran Siap Tarik Biaya Layanan Kapal

Aturan Baru Selat Hormuz, Iran Siap Tarik Biaya Layanan Kapal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:16 WIB

Apa Itu Lipstick Effect? Fenomena Berburu 'Kemewahan Kecil' saat Ekonomi Sulit

Apa Itu Lipstick Effect? Fenomena Berburu 'Kemewahan Kecil' saat Ekonomi Sulit

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:43 WIB

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi

Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 19:21 WIB

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:12 WIB

Terkini

Kedok Alim Tukang Rujak di Kebon Jeruk Runtuh, Diduga Cabuli Anak Tetangga sejak Balita

Kedok Alim Tukang Rujak di Kebon Jeruk Runtuh, Diduga Cabuli Anak Tetangga sejak Balita

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15 WIB

Menhan Soal Kasus Andrie Yunus di Peradilan Militer: Bisa Lebih Berat Hukumannya

Menhan Soal Kasus Andrie Yunus di Peradilan Militer: Bisa Lebih Berat Hukumannya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:12 WIB

Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun

Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:07 WIB

Bantah Gunakan Drone Serang Gereja di Intan Jaya, TNI: Itu Aksi Provokasi Pecah Belah!

Bantah Gunakan Drone Serang Gereja di Intan Jaya, TNI: Itu Aksi Provokasi Pecah Belah!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:53 WIB

Jutaan Situs Diblokir tapi 200 Ribu Anak Tetap Terpapar Judol, di Mana Celah Keamanan Kita?

Jutaan Situs Diblokir tapi 200 Ribu Anak Tetap Terpapar Judol, di Mana Celah Keamanan Kita?

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:48 WIB

Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:43 WIB

Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan

Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:35 WIB

Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:26 WIB

Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun

Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:23 WIB

Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza

Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:20 WIB