Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB
Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan
Massa dari Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi memperingati 28 tahun Reformasi di depan kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi di kantor Komnas HAM, Jakarta, pada 19 Mei 2026 untuk memperingati 28 tahun Reformasi.
  • Massa menuntut pemerintah menghentikan kekerasan terhadap perempuan serta menyoroti dampak negatif proyek strategis nasional bagi perempuan di Papua.
  • Ketua Komnas HAM menerima sebelas tuntutan dari pengunjuk rasa untuk dijadikan bahan evaluasi perlindungan korban pelanggaran hak asasi manusia.

Suara.com - Gedung Komnas HAM di Menteng, Jakarta Pusat, mendadak riuh pada Selasa (19/5/2026). Massa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi teatrikal dan orasi tajam untuk memperingati 28 tahun Reformasi.

Mereka membawa misi besar: menuntut negara harus berhenti menargetkan tubuh perempuan sebagai sasaran kekerasan.

Dalam aksinya, API mendesak pemerintah mengakui segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan menghentikan pendekatan militeristik, termasuk operasi militer yang masih membayangi tanah Papua.

Dian Septi, perwakilan dari Marsinah.id, dalam orasinya mengingatkan bahwa jatuhnya rezim Orde Baru tak lepas dari perlawanan kaum perempuan dan buruh.

Ia menegaskan bahwa perempuan adalah aktor utama lahirnya Reformasi.

Dian secara khusus menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) lalu.

Massa dari Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi memperingati 28 tahun Reformasi di depan kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Massa dari Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi memperingati 28 tahun Reformasi di depan kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Baginya, simbolisme museum tersebut justru menyimpan ironi besar: upaya pengungkapan dalang pembunuhan Marsinah seolah ditenggelamkan, membiarkan para pelaku tetap kebal hukum.

"Kaum perempuan ada dan terus terlihat meski negara tidak mencatatnya. Jika negara tidak mencatatnya, kitalah yang akan mencatatnya, dengan nama kita sendiri, dengan tulisan kita sendiri, dengan suara kita sendiri, karena perbudakan tidak akan pernah mengakui dan membenci perempuan pemberani," tegas Dian di hadapan massa.

Sementara itu, peneliti dari Indonesia Legal Resource Center, Siti Aminah Tardi, memaparkan bahwa luka Mei 1998 adalah memori kolektif yang sengaja digunakan rezim terdahulu untuk menciptakan teror dalam berekspresi.

baca juga

Menurutnya, kekerasan seksual yang terjadi kala itu merupakan produk nyata dari pendekatan patriarki yang destruktif.

Ia pun melabeli pembunuhan terhadap tokoh seperti Marsinah dan Ita Martadinata sebagai bentuk 'femisida seksual'—pembunuhan yang ditargetkan pada perempuan karena gender mereka.

"Refleksi Mei 2026 ini mencatatakan dan mengklaim gerakan perempuan Indonesia adalah gerakan yang mengawali setiap perubahan," ungkap Siti.

Suara lantang juga datang dari Timur Indonesia. Wakil Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPP GMNI asal Sorong, Papua Barat Daya, Salomina, menyebut negara kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga sipil, khususnya perempuan Papua.

Pembangunan masif melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) dinilai justru memojokkan perempuan Papua.

"Hari ini proyek startegis nasional mengancam kehidupan perempuan Papua di tanah Papua," ungkap sarjana asal Sorong tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi 28 Tahun Reformasi di Komnas HAM

Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi 28 Tahun Reformasi di Komnas HAM

Foto | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:51 WIB

Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:10 WIB

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

Terkini

BRI Dukung MotoGP Indonesia 2026, Perkuat Potensi Sport Tourism di Panggung Dunia

BRI Dukung MotoGP Indonesia 2026, Perkuat Potensi Sport Tourism di Panggung Dunia

Sumbar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, BRI Dukung Sport Tourism Indonesia

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, BRI Dukung Sport Tourism Indonesia

Sumsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Dukung MotoGP 2026, BRI Dorong Sport Tourism Indonesia Semakin Mendunia

Dukung MotoGP 2026, BRI Dorong Sport Tourism Indonesia Semakin Mendunia

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Urutan Zodiak Paling Berpotensi Jadi Miliarder dan Sukses di Usia Muda

Urutan Zodiak Paling Berpotensi Jadi Miliarder dan Sukses di Usia Muda

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Tak Harus Pergi Jauh, Jeda Singkat Bisa Dimulai dari Rutinitas Sederhana

Tak Harus Pergi Jauh, Jeda Singkat Bisa Dimulai dari Rutinitas Sederhana

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:29 WIB

Mutasi Besar-Besaran Pejabat Polri, Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto Digantikan Irjen Hengki

Mutasi Besar-Besaran Pejabat Polri, Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto Digantikan Irjen Hengki

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:28 WIB

5 Jalur Resmi Rinjani Kembali Dibuka, Cek Cara Daftarnya

5 Jalur Resmi Rinjani Kembali Dibuka, Cek Cara Daftarnya

Bali | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo

Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:25 WIB

BRI Perkuat Sport Tourism Indonesia lewat Dukungan untuk MotoGP 2026

BRI Perkuat Sport Tourism Indonesia lewat Dukungan untuk MotoGP 2026

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Konten Edukasi Finansial: Menambah Wawasan atau Malah Bikin Cemas?

Konten Edukasi Finansial: Menambah Wawasan atau Malah Bikin Cemas?

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×