PBB Sebut Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla oleh Israel Tabrak Hukum Internasional

Arief Apriadi

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:51 WIB
PBB Sebut Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla oleh Israel Tabrak Hukum Internasional
Iluatrasi kapal-kapal yang ikut terlibat dalam Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina. (ANTARA/Anadolu/py)
baca 10 detik
  • PBB mengecam tindakan militer Israel yang menyergap konvoi kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
  • Juru bicara PBB menuntut jaminan keselamatan bagi ratusan aktivis yang ditahan paksa dalam operasi militer tersebut.
  • PBB menyatakan insiden itu melanggar hukum internasional dan mendesak Israel mengakhiri pembatasan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam tindakan militer Israel yang menyergap dan mencegat konvoi kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyatakan keprihatinan mendalam atas nasib ratusan aktivis lintas negara yang ditahan secara paksa dalam operasi tersebut.

PBB menilai aksi pencegatan bersenjata di laut lepas itu tidak mengindahkan hukum internasional dan berpotensi memperburuk penderitaan warga sipil di Jalur Gaza.

PBB Soroti Keselamatan Aktivis Global Sumud Flotilla

uru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengumumkan bahwa UNFCCC dan sejumlah negara menyesalkan pengunduran resmi Amerika Serikat dari Perjanjian Paris, saat jumpa pers di Markas PBB New York, AS, sebagaimana disiarkan di laman resmi PBB UNifeed, Rabu (4/11/2020). (ANTARA/HO-UNifeed)
uru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengumumkan bahwa UNFCCC dan sejumlah negara menyesalkan pengunduran resmi Amerika Serikat dari Perjanjian Paris, saat jumpa pers di Markas PBB New York, AS, sebagaimana disiarkan di laman resmi PBB UNifeed, Rabu (4/11/2020). (ANTARA/HO-UNifeed)

Dalam konferensi pers resmi di New York, Stephane Dujarric menegaskan keselamatan seluruh relawan di atas armada kemanusiaan harus dijamin sepenuhnya.

“Kami sangat prihatin atas keselamatan semua orang di kapal. Mereka harus dilindungi, dan mereka harus dipastikan tetap aman,” kata Dujarric kepada awak media.

Ia juga menegaskan bahwa hukum internasional di laut lepas wajib dipatuhi oleh seluruh pihak.

“Hukum internasional di laut lepas harus dipatuhi,” ujarnya.

Penangkapan para aktivis di kapal sipil tersebut memicu gelombang kecaman internasional karena dinilai melanggar hak asasi manusia dan kebebasan navigasi maritim.

baca juga

PBB Pertanyakan Kepatuhan Israel terhadap Hukum Internasional

Saat ditanya mengenai sikap resmi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Dujarric menyebut pihaknya masih melakukan peninjauan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Meski demikian, ia memberi sinyal kuat bahwa operasi militer Israel di perairan internasional dinilai tidak sepenuhnya mematuhi hukum internasional.

“Hal tersebut tampaknya tidak dilakukan dengan mengindahkan hukum internasional secara penuh,” ujar Dujarric.

Selain menyoroti penangkapan armada kemanusiaan, PBB juga mendesak Israel menghentikan berbagai pembatasan terhadap distribusi bantuan ke Jalur Gaza.

Menurut Dujarric, jalur darat resmi tetap menjadi cara paling efektif untuk mempercepat masuknya bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza.

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk

“Ingatlah bahwa cara terbaik menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza adalah melalui jalur resmi, dan supaya semakin banyak bantuan yang masuk, Israel harus menyingkirkan berbagai rintangan dan batasan,” ujar Dujarric.

PBB juga menyoroti kelangkaan suku cadang generator listrik, stasiun pompa air bersih, hingga kebutuhan dasar lainnya yang semakin memperparah kondisi warga Gaza.

Blokade berkepanjangan disebut menyebabkan penumpukan sampah, keterbatasan air bersih, serta minimnya material untuk membangun kembali fasilitas sipil yang rusak akibat konflik.

Insiden penyerbuan Global Sumud Flotilla terjadi di tengah kebuntuan diplomasi dan meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel terkait krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, demikian Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Pantau 9 WNI yang Diculik Israel, KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat

Indonesia Pantau 9 WNI yang Diculik Israel, KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:21 WIB

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB

Solidaritas untuk Jurnalis dan WNI yang Ditahan Israel Menggema di Bandung

Solidaritas untuk Jurnalis dan WNI yang Ditahan Israel Menggema di Bandung

Foto | Rabu, 20 Mei 2026 | 06:00 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Terkini

Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Ini 5 Pemain Brasil yang Putuskan Mualaf

Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Ini 5 Pemain Brasil yang Putuskan Mualaf

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Ulasan Drama Brewing Love: Perpaduan Manis Dunia Bir dan Romansa Slow-Burn

Ulasan Drama Brewing Love: Perpaduan Manis Dunia Bir dan Romansa Slow-Burn

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Cuma Rp2 Jutaan! 8 HP 5G + NFC yang Wajib Kamu Lirik, Speknya Gahar Semua

Cuma Rp2 Jutaan! 8 HP 5G + NFC yang Wajib Kamu Lirik, Speknya Gahar Semua

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Mengapa Semakin Banyak Pencahayaan Justru Ganggu Ekosistem?

Mengapa Semakin Banyak Pencahayaan Justru Ganggu Ekosistem?

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:44 WIB

Jangan Lewatkan Nonton Cherrypop 2026 di Prambanan, Makin Seru Pakai Promo Buy 1 Get 1 dari BRImo

Jangan Lewatkan Nonton Cherrypop 2026 di Prambanan, Makin Seru Pakai Promo Buy 1 Get 1 dari BRImo

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:44 WIB

Dibuang ke Tempat Sampah, Naskah Autentik Proklamasi Bung Karno Baru Kembali Setelah 46 Tahun

Dibuang ke Tempat Sampah, Naskah Autentik Proklamasi Bung Karno Baru Kembali Setelah 46 Tahun

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:43 WIB

Tim Dokter UGM Berangkat ke NTT, Fokus Petakan Kebutuhan Medis Korban Gempa

Tim Dokter UGM Berangkat ke NTT, Fokus Petakan Kebutuhan Medis Korban Gempa

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:43 WIB

Gandeng Erwin Gutawa, Tiket Konser King Nassar Dijual Mulai Rp350 Ribu

Gandeng Erwin Gutawa, Tiket Konser King Nassar Dijual Mulai Rp350 Ribu

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Rizky Ridho Tak Masuk Skuad Timnas di ASEAN Cup 2026, Ini Bocoran Pemainnya

Rizky Ridho Tak Masuk Skuad Timnas di ASEAN Cup 2026, Ini Bocoran Pemainnya

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:35 WIB

5 Tips Feng Shui Rice Cooker yang Dipercaya Bikin Rezeki di Rumah Makin Lancar

5 Tips Feng Shui Rice Cooker yang Dipercaya Bikin Rezeki di Rumah Makin Lancar

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:35 WIB

×