Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat

Bella | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2026 | 16:18 WIB
Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat
Dosen Komunikasi Pemerintahan dan Politik Fisipol UGM, Gilang Desti Parahita. [Suara.com/Hiskia]
  • Dosen Fisipol UGM, Gilang Desti Parahita, menilai komunikasi publik pemerintahan Presiden Prabowo menciptakan jarak dengan realitas masyarakat.
  • Pemerintah dikritik karena mengabaikan empati serta gagal mengakui kesulitan ekonomi nyata yang dihadapi warga saat ini.
  • Narasi optimisme pemerintah dianggap tidak relevan bagi masyarakat marginal yang tertekan kenaikan harga dan penurunan daya beli.

Suara.com - Dosen Komunikasi Pemerintahan dan Politik Fisipol UGM, Gilang Desti Parahita, menyoroti komunikasi publik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai semakin menciptakan jarak dengan masyarakat. Menurutnya, narasi optimisme yang terus digaungkan pemerintah tidak sejalan dengan realitas ekonomi dan sosial yang dirasakan warga di lapangan.

Gilang menilai persoalan utama bukan sekadar pada isi pesan pemerintah, melainkan absennya empati dalam komunikasi publik yang disampaikan presiden.

"Yang tidak ada dalam banyak pidato Bapak Presiden yang terhormat ini adalah penyebutan-penyebutan apa pun, pengalaman apa yang dirasakan oleh rakyat," kata Gilang, dikutip Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, dalam teori komunikasi publik setidaknya terdapat dua pendekatan yang biasa digunakan pemerintah saat menghadapi krisis atau persoalan besar.

Pertama adalah pendekatan epideitik yang menekankan penguatan identitas bersama sebagai bangsa. Kedua adalah pendekatan deliberatif yang menonjolkan langkah konkret pemerintah dalam menyelesaikan masalah.

Namun, menurut Gilang, dua pendekatan itu menjadi tidak efektif ketika tidak dibarengi pengakuan terhadap keresahan publik. Ia menilai pidato yang hanya menonjolkan optimisme atau instruksi pemerintah justru terasa jauh dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Persoalannya adalah ketika dua pendekatan ini ya, yang epideitik maupun yang deliberatif ini tidak juga menyertakan empati kepada publik," ujarnya.

Gilang menyebut pemerintah semestinya terlebih dahulu mengakui kondisi sulit yang tengah dialami masyarakat, mulai dari rupiah melemah yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok hingga menurunnya daya beli. Pengakuan eksplisit itu dinilai penting agar publik merasa didengar.

Ia mengaku menemukan langsung keresahan tersebut saat melakukan riset di Lombok Timur terhadap kelompok masyarakat marginal, seperti perempuan, warga miskin, dan penyandang disabilitas.

Dalam riset itu, warga mengeluhkan harga hasil ternak yang turun drastis karena daya beli masyarakat melemah, sementara harga kebutuhan pokok justru meningkat.

Itu sebabnya narasi pemerintah yang menyebut kondisi ekonomi "baik-baik saja" dianggap sulit diterima sebagian warga.

"Terjadi jarak yang terlalu jauh antara narasi tunggal pemerintah tentang optimisme dengan realitas yang dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Persepsi publik, kata Gilang, sering kali berbeda dengan data makroekonomi yang dipaparkan pemerintah.

Menurutnya, keresahan publik saat ini dapat terlihat dari percakapan yang berkembang di media sosial maupun pengalaman sehari-hari masyarakat, mulai dari sulitnya mencari pekerjaan hingga persoalan akses bantuan sosial yang dinilai makin rumit akibat proses digitalisasi dan verifikasi data.

"Nah, ini enggak bisa kita menyebut sesederhana ekonomi sedang baik-baik saja," tegasnya.

Narasi optimisme ekonomi yang digembar-gemborkan mungkin terasa relevan hanya bagi kelompok elite yang memiliki akses sumber daya besar. Namun berbeda bagi warga biasa yang menghadapi tekanan hidup sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati saat Masih 'Luntang-Lantung'

Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati saat Masih 'Luntang-Lantung'

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:41 WIB

Prabowo ke PDIP: Alangkah Manisnya Kalau Semua Partai di Pemerintah

Prabowo ke PDIP: Alangkah Manisnya Kalau Semua Partai di Pemerintah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:13 WIB

Yakin Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Surya Paloh: Selain Optimisme Apalagi yang Kita Punya?

Yakin Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Surya Paloh: Selain Optimisme Apalagi yang Kita Punya?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:43 WIB

Apa Itu Danantara Sumber Daya Indonesia? 'Senjata' Baru Prabowo Sikat Mafia

Apa Itu Danantara Sumber Daya Indonesia? 'Senjata' Baru Prabowo Sikat Mafia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:15 WIB

BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026

BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:42 WIB

Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor

Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:26 WIB

Prabowo Sebut Sawit-Batu Bara Bikin Cuan RI

Prabowo Sebut Sawit-Batu Bara Bikin Cuan RI

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:16 WIB

Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP

Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:12 WIB

Puan Maharani Senyum-senyum Usai Prabowo Puji dan Terima Kasih ke PDIP di Paripurna

Puan Maharani Senyum-senyum Usai Prabowo Puji dan Terima Kasih ke PDIP di Paripurna

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:04 WIB

Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Lari ke Luar Negeri

Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Lari ke Luar Negeri

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:48 WIB

Terkini

Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan

Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:14 WIB

Anggaran MBG Dipangkas, JPPI Minta Dana Pendidikan Fokus untuk Sekolah Rusak dan Guru

Anggaran MBG Dipangkas, JPPI Minta Dana Pendidikan Fokus untuk Sekolah Rusak dan Guru

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:14 WIB

Medan Cukup Menantang, Ditjen Imigrasi Usul Buka Kantor di Toraja Utara

Medan Cukup Menantang, Ditjen Imigrasi Usul Buka Kantor di Toraja Utara

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:13 WIB

Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM

Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:48 WIB

Menlu Sugiono: Penangkapan 9 WNI Misi Gaza oleh Israel Adalah Pelanggaran Kemanusiaan

Menlu Sugiono: Penangkapan 9 WNI Misi Gaza oleh Israel Adalah Pelanggaran Kemanusiaan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:46 WIB

Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati saat Masih 'Luntang-Lantung'

Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati saat Masih 'Luntang-Lantung'

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:41 WIB

Duka Mendalam saat Teroris Tembaki Masjid San Diego, Bocah Selamat Ungkap Detik-Detik Mencekam

Duka Mendalam saat Teroris Tembaki Masjid San Diego, Bocah Selamat Ungkap Detik-Detik Mencekam

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:33 WIB

Prabowo ke PDIP: Alangkah Manisnya Kalau Semua Partai di Pemerintah

Prabowo ke PDIP: Alangkah Manisnya Kalau Semua Partai di Pemerintah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:13 WIB

KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:08 WIB

JPPI Sentil Pemerintah: Kasih Anak Makan Gratis Tak Otomatis Ubah Program Pangan Jadi Pendidikan

JPPI Sentil Pemerintah: Kasih Anak Makan Gratis Tak Otomatis Ubah Program Pangan Jadi Pendidikan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:44 WIB