-
Iran mengklaim memiliki teknologi senjata canggih buatan dalam negeri yang belum pernah diuji coba.
-
Pentagon telah merampungkan daftar target serangan di Iran menunggu perintah Presiden Donald Trump.
-
Militer Teheran menegaskan tidak akan menahan diri dalam membela kedaulatan negara dari agresi.
Suara.com - Iran kini tidak lagi memilih opsi menahan diri dan siap memicu peta perang baru di Timur Tengah.
Negara para mullah ini mengklaim telah menyiagakan barisan senjata baru mutakhir yang masih dirahasiakan dari publik global.
Langkah ekstrem tersebut menjadi sinyalemen bahwa poros pertahanan Teheran siap beradu kekuatan secara terbuka melawan penetrasi militer Washington.
![Perang besar kembali mengancam setelah mantan pejabat keamanan Amerika Serikat mengungkap kemampuan rudal Iran yang disebut jauh lebih berbahaya dari perkiraan. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/26/23680-rudal-iran.jpg)
Opsi militer ini mencuat tak lama setelah intelijen membocorkan pergerakan strategis dari markas besar angkatan bersenjata Amerika Serikat.
Pentagon dilaporkan telah merampungkan cetak biru yang berisi daftar target potensial di dalam wilayah kedaulatan Teheran.
Presiden AS Donald Trump disinyalir hanya tinggal memberikan instruksi final untuk memulai kampanye militer tersebut keesokan harinya.
Kendati demikian, gertakan dari Gedung Putih tersebut justru direspons dengan kepalan tangan yang lebih kokoh oleh pihak militer setempat.
![Lebih dari 100 warga sipil Israel terluka setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah selatan Israel, termasuk ke kota Dimona yang berada dekat fasilitas nuklir. [@IsraelMFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/22/94663-rudal-iran-gempur-israel.jpg)
Mereka memastikan bahwa seluruh infrastruktur tempur yang dimiliki saat ini berada dalam status siaga satu.
"Kami telah memproduksi senjata canggih di dalam negeri yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji coba," kata sumber Iran tersebut dikutip dari RIA Novosti.
Pernyataan ini menegaskan bahwa ada lompatan teknologi militer teranyar yang sengaja disimpan untuk momentum krusial.
Kemandirian industri pertahanan lokal kini menjadi kartu truf utama bagi Teheran dalam menghadapi potensi kepungan kekuatan udara asing.
Mereka mengklaim tidak memiliki ketergantungan logistik yang bisa melumpuhkan daya pukul pasukan saat pertempuran pecah.
"Dalam hal peralatan dan kemampuan pertahanan, kami tidak kekurangan apa pun yang akan menghalangi kami untuk membela negara kami. Kali ini, kami tidak berniat untuk menahan diri," kata sumber tersebut.
Ketegasan ini sekaligus mengirim pesan psikologis bahwa doktrin pertahanan konvensional mereka telah bergeser menjadi ofensif.
Potensi benturan jilid baru ini diprediksi bakal melumpuhkan koridor pasokan energi global jika tidak diredam secepatnya.