- Sembilan WNI anggota delegasi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ditangkap tentara Israel saat hendak menyalurkan bantuan di wilayah konflik.
- Para aktivis tersebut kini telah dibebaskan dari Penjara Ktziot dan sedang menjalani proses deportasi menuju Istanbul, Turki.
- Tim hukum internasional mendampingi pemulangan para WNI setelah mereka mengalami tindak kekerasan serta perlakuan tidak manusiawi selama ditahan.
Laporan mengenai kekerasan fisik dan psikis mencuat seiring dengan dibebaskannya para delegasi.
Tindakan tidak manusiawi yang dialami oleh para delegasi tersebut yakni pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, penghinaan dan pelecehan, pemaksaan posisi menyakitkan, hingga beberapa korban mengalami luka serius dan perawatan medis. Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai organisasi hak asasi manusia internasional yang memantau misi GSF sejak awal.
Firma hukum Adalah, yang menangani kasus ini, memberikan pernyataan tegas mengenai legalitas tindakan militer dan otoritas penjara Israel terhadap para aktivis kemanusiaan.
Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran hukum yang nyata di mata dunia internasional.
“Adalah menegaskan bahwa seluruh operasi intersepsi kapal di perairan internasional, penculikan sipil, penahanan sewenang-wenang, hingga tindakan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” katanya.
Hingga saat ini, komunikasi dengan para WNI masih terus diupayakan secara intensif meskipun terdapat kendala akses komunikasi dari wilayah bandara.
Harfin mengaku, saat ini situasi dan kondisi di lapangan masih dinamis dan proses pemulangan terus dipantau oleh tim hukum, jalur diplomatik, serta jaringan internasional pendukung flotilla.
Pihak keluarga di Indonesia juga terus mendapatkan pembaruan informasi mengenai posisi terakhir para delegasi yang kini tengah menuju Istanbul.
Pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait juga terus berkoordinasi untuk memastikan hak-hak warga negaranya terpenuhi selama proses deportasi berlangsung.
“Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat dan sehat,” katanya.