- Sembilan WNI anggota misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ditangkap tentara Israel saat mengirimkan bantuan di perairan internasional.
- Seluruh delegasi yang sempat ditahan di Penjara Ktziot kini telah dibebaskan dan menjalani proses deportasi menuju Istanbul, Turki.
- Tim hukum memantau ketat pemulangan para aktivis yang sebelumnya mengalami kekerasan serta perlakuan tidak manusiawi selama masa penahanan.
Suara.com - Sembilan orang warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara zionis Israel saat ini tengah ditangani oleh firma hukum setempat.
Para WNI tersebut tertangkap saat bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), ketika hendak menyerahkan bantuan kemanusiaan.
Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy mengatakan, saat ini seluruh delegasi GSF dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel.
“Seluruh delegasi GSF dan FFC yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel,” kata Harfin, dalam keterangannya, Kamis (21/4/2026).
Harfin mengatakan, saat ini para delegasi sedang proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.
“Tim hukum.... terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dengan aman tanpa penundaan tambahan,” katanya.
Harfin mengatakan para delegasi telah mengalami tindakan kekerasan selama dilakukan penahanan dan mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.
Tindakan tidak manusiawi yang dialami oleh para delegasi tersebut yakni pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, penghinaan dan pelecehan, pemaksaan posisi menyakitkan, hingga beberapa korban mengalami luka serius dan perawatan medis.
“Adalah menegaskan bahwa seluruh operasi intersepsi kapal di perairan internasional, penculikan sipil, penahanan sewenang-wenang, hingga tindakan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” katanya.
Harfin mengaku, saat ini situasi dan kondisi di lapangan masih dinamis dan proses pemulangan terus dipantau oleh tim hukum, jalur diplomatik, serta jaringan internasional pendukung flotilla.
“Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat dan sehat,” pungkasnya.