- Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat Hari Raya Waisak 2570 BE kepada umat Buddha pada Minggu malam melalui video.
- Kepala Negara mengajak seluruh masyarakat menjadikan nilai kebajikan Dharma sebagai inspirasi untuk memperkokoh persaudaraan nasional yang harmonis.
- Pemerintah menegaskan bahwa semangat gotong royong dan welas asih adalah kunci menjaga persatuan bangsa di tengah ketidakpastian global.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) sebagai sumber inspirasi dalam memperkokoh persaudaraan nasional. Dalam pesan spiritualnya, Presiden menekankan bahwa nilai-nilai kebajikan merupakan jangkar utama Indonesia dalam menghadapi dinamika dunia yang penuh ketidakpastian.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara melalui pesan video yang ditayangkan pada puncak peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE/2026, Minggu malam.
“Di Hari Waisak ini, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi dan atas nama pemerintah, mengucapkan selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era kepada seluruh umat Buddha Indonesia dan seluruh umat Buddha di berbagai penjuru dunia,” ucap Presiden Prabowo mengawali sambutannya.
Presiden menyoroti tema peringatan tahun ini yang mengedepankan Dharma sebagai sumber moral dan cinta kasih sebagai jalan perdamaian. Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Semangat Waisak Tahun ini dengan Tema Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia, hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan, menebarkan kebaikan, mengedepankan dialog, dan menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa kekuatan sejati Indonesia terletak pada kemampuannya menyatukan perbedaan latar belakang menjadi satu visi besar. Meski memiliki corak budaya dan agama yang beragam, Indonesia tetap teguh karena cita-cita yang sama.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagamannya. Kita memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi, serta adat yang berbeda-beda. Namun kita dipersatukan oleh cita-cita yang sama, yaitu membangun Indonesia yang damai, yang adil, makmur, dan sejahtera,” tuturnya.
Di tengah situasi global yang serba sulit diprediksi, Presiden mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak kehilangan optimisme. Semangat gotong royong dan kerja keras dipandang sebagai kunci untuk mewujudkan kesejahteraan kolektif.
"Kita harus terus bekerja keras, saling membantu, dan bergotong royong untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Presiden.
Prabowo juga meyakini bahwa ajaran Buddha tentang welas asih dan kebijaksanaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan manusiawi.
“Saya yakin dan percaya bahwa nilai-nilai welas asih, toleransi, dan kebijaksanaan yang diajarkan dalam ajaran Buddha akan semakin memperkokoh karakter bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan perdamaian,” ungkapnya.
Menutup pesannya, Kepala Negara mengajak seluruh rakyat Indonesia menggunakan momentum Waisak untuk mempertebal rasa kepedulian sosial dan dedikasi kepada tanah air.
“Marilah kita jadikan peringatan Hari Raya Waisak ini sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan nasional, memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” imbuh Presiden.
“Semoga cahaya kebijaksanaan, kedamaian, dan kasih sayang senantiasa menerangi langkah kita dalam membangun Indonesia yang maju, modern, kuat, dan harmonis,” pungkas Presiden Prabowo.