- Para astronom menemukan perubahan aktivitas magnetik Matahari yang terkonsentrasi di lapisan lebih dangkal berdasarkan data tahun 1987-2025.
- Penelitian melalui jaringan BiSON menunjukkan reorganisasi energi internal Matahari yang memengaruhi akurasi pengukuran aktivitas di permukaan bintang tersebut.
- Perubahan struktur internal Matahari berdampak langsung pada cuaca antariksa yang berpotensi mengganggu sistem navigasi dan infrastruktur kelistrikan Bumi.
Aktivitas Matahari memiliki pengaruh besar terhadap cuaca antariksa.
Badai geomagnetik yang dipicu aktivitas Matahari dapat mengganggu satelit, sistem navigasi GPS, jaringan komunikasi, hingga infrastruktur kelistrikan di Bumi.
Para peneliti akan terus memantau perkembangan Siklus Matahari ke-25 serta Siklus ke-26 yang diperkirakan dimulai sekitar tahun 2030.
Pengamatan lanjutan diperlukan untuk memastikan apakah fenomena ini merupakan tren jangka panjang atau hanya anomali sementara.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.