Copot Pimpinan BGN Dinilai Bukan Solusi, Program MBG Terancam Makin Karam

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Rabu, 03 Juni 2026 | 12:50 WIB
Copot Pimpinan BGN Dinilai Bukan Solusi, Program MBG Terancam Makin Karam
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan masih menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Dinda)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional pada Rabu (3/6/2026) sebagai upaya menjaga citra program Makan Bergizi Gratis.
  • JPPI menilai pergantian pimpinan tersebut tidak menyelesaikan masalah sistemik terkait desain program, krisis kepercayaan, dan potensi penyalahgunaan anggaran besar.
  • Pemerintah didesak mengevaluasi tata kelola, transparansi, serta mengoreksi kebijakan anggaran agar tidak menggerus pemenuhan hak dasar di sektor pendidikan nasional.

Suara.com - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) bukan solusi konkret untuk menyelesaikan persoalan tata kelola lembaga tersebut.

Pergantian pimpinan dinilai hanya sebatas upaya pengendalian dampak atau damage control guna menjaga citra Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan, pencopotan Dadan Hindayana dan jajarannya pasca-penggeledahan oleh aparat penegak hukum hanya menyentuh persoalan integritas individu, namun tidak menyelesaikan masalah mendasar yang bersifat sistemik.

"Langkah cepat Presiden Prabowo mencopot ketiganya adalah upaya damage control agar episentrum pusaran kasus korupsi ini tidak langsung mengarah dan mengotori citra program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang notabene adalah program legacy utama sang presiden," kata Ubaid dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, pergantian pimpinan justru berpotensi membuat pelaksanaan program MBG semakin bermasalah apabila pemerintah tidak membenahi akar persoalan yang ada.

JPPI menyoroti tiga persoalan utama yang dinilai menjadi sumber krisis di tubuh BGN.

Pertama, desain program yang dianggap bermasalah sejak awal. Ubaid menyebut kritik publik terhadap MBG tidak semata-mata berkaitan dengan figur pimpinan BGN, tetapi juga menyangkut desain program yang dinilai dipaksakan tanpa fondasi tata kelola yang kuat.

Dengan anggaran yang sangat besar, kata dia, munculnya dugaan korupsi di level pimpinan semakin memperkuat kekhawatiran publik bahwa dana program tersebut rentan disalahgunakan akibat lemahnya pengawasan.

Kedua, kasus hukum yang menjerat pimpinan BGN dinilai memicu krisis kepercayaan di tingkat akar rumput.

baca juga

JPPI menilai sekolah, masyarakat, hingga mitra pelaksana di daerah akan semakin sulit menaruh kepercayaan terhadap program yang dijalankan oleh lembaga yang tengah terseret dugaan rasuah.

"Bagaimana publik, sekolah, dan mitra lokal bisa percaya pada program pemberian makanan anak sekolah jika lembaga yang mengaturnya saja sudah digeledah penegak hukum karena dugaan rasuah? Krisis legitimasi ini akan membuat implementasi di lapangan semakin penuh kecurigaan," ujarnya.

Ketiga, JPPI mengkritik kebijakan anggaran pemerintah yang dinilai terlalu berfokus pada MBG hingga berpotensi menggerus pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

Menurut Ubaid, alokasi anggaran untuk program MBG telah menyebabkan distorsi pada anggaran fungsi pendidikan sebesar 20 persen yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru maupun memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak.

Atas kondisi itu, JPPI mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.

Organisasi tersebut meminta pemerintah menghentikan pendekatan universal dan mengarahkan program secara lebih tepat sasaran kepada kelompok yang mengalami masalah gizi serta memiliki keterbatasan akses pangan.

Selain itu, JPPI juga meminta pemerintah membuka tata kelola pengadaan dan distribusi anggaran BGN kepada publik serta memperkuat sistem pencegahan korupsi.

Tak hanya itu, pemerintah juga didorong untuk mengoreksi kebijakan anggaran agar fungsi pendidikan dan kesehatan tidak terus tergerus oleh pembiayaan program MBG.

"Selama pemerintah hanya fokus mengganti orang tanpa berani mengevaluasi ulang desain anggaran, transparansi institusi, dan dampak penggusuran anggaran sektor publik lain, maka BGN hanya akan menjadi pelataran baru bagi skandal-skandal berikutnya," pungkas Ubaid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Kepala BGN Sekarang? Ini Profil Nanik S Deyang Beserta Gaji dan Tugasnya

Siapa Kepala BGN Sekarang? Ini Profil Nanik S Deyang Beserta Gaji dan Tugasnya

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:46 WIB

Mewahnya Koleksi Mobil Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Kini Dijemput Kejagung

Mewahnya Koleksi Mobil Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Kini Dijemput Kejagung

Otomotif | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:46 WIB

Penyidik Kejagung Masuk Kantor BGN Sejak Dini Hari, Penggeledahan Masih Berlangsung Tertutup

Penyidik Kejagung Masuk Kantor BGN Sejak Dini Hari, Penggeledahan Masih Berlangsung Tertutup

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:43 WIB

Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya

Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:37 WIB

Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri

Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jadi Kepala BGN, Berapa Harta Kekayaan Nanik S Deyang versi LHKPN?

Jadi Kepala BGN, Berapa Harta Kekayaan Nanik S Deyang versi LHKPN?

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:07 WIB

Cuma Dituntut Ringan, Ternyata Ini Alasan di Balik Nasib 4 TNI Penyerang Andrie Yunus

Cuma Dituntut Ringan, Ternyata Ini Alasan di Balik Nasib 4 TNI Penyerang Andrie Yunus

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Daftar Jadi Jukir di Bogor, Eks Ojol Berharap Digaji Bulanan

Daftar Jadi Jukir di Bogor, Eks Ojol Berharap Digaji Bulanan

Bogor | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:53 WIB

IHSG Terjun Bebas, Danantara Akan Guyur Duit ke Bursa dan Incar Saham-saham Ini

IHSG Terjun Bebas, Danantara Akan Guyur Duit ke Bursa dan Incar Saham-saham Ini

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Jarang Disorot, Begini Aktivitas Istri Wapres Gibran: Bedah Rumah hingga Keliling Posyandu

Jarang Disorot, Begini Aktivitas Istri Wapres Gibran: Bedah Rumah hingga Keliling Posyandu

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:46 WIB

Geger Dua Anggota DPRD Jatim dan Bojonegoro Dilaporkan ke KPK, Kasus Apa?

Geger Dua Anggota DPRD Jatim dan Bojonegoro Dilaporkan ke KPK, Kasus Apa?

Jatim | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Kasus Polisi Tembak Polisi, Kuasa Hukum Ungkap 4 Proyektil Peluru Bersarang di Kepala Korban

Kasus Polisi Tembak Polisi, Kuasa Hukum Ungkap 4 Proyektil Peluru Bersarang di Kepala Korban

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Royalti Musik Era Kaset Bikin Makmur Musisi, Maia Estianty Blak-blakan Beda Jauh dari Digital

Royalti Musik Era Kaset Bikin Makmur Musisi, Maia Estianty Blak-blakan Beda Jauh dari Digital

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Guyonan Mbah Con Cairkan Suasana, Kapolresta Solo Ngariung Bareng Driver Ojol

Guyonan Mbah Con Cairkan Suasana, Kapolresta Solo Ngariung Bareng Driver Ojol

Surakarta | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Law of the Line Tayang 2027, Jang Ki Yong dan Oh Jung Se Adu Strategi

Law of the Line Tayang 2027, Jang Ki Yong dan Oh Jung Se Adu Strategi

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:30 WIB

9 Kali Lolos, Aksi Sindikat Baby Lobster Rp170 Miliar Terkuak Saat Hendak 'Oper Barang' di Limo

9 Kali Lolos, Aksi Sindikat Baby Lobster Rp170 Miliar Terkuak Saat Hendak 'Oper Barang' di Limo

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Urutan Skincare Malam Sariayu Anti-Aging untuk Atasi Kerutan Wajah di Usia 30 Tahun ke Atas

Urutan Skincare Malam Sariayu Anti-Aging untuk Atasi Kerutan Wajah di Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:25 WIB

×