Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:12 WIB
Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?
Perang AS - Iran (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Negosiasi damai AS-Iran menemui jalan buntu akibat sengketa penyerahan uranium yang diperkaya Teheran.

  • Marco Rubio mengklaim operasi militer AS sukses besar meski Iran baru saja menyerang Kuwait.

  • Iran menuntut pencairan aset sebesar US$12 miliar sebagai syarat pelepasan dokumen nuklir mereka.

Suara.com - Kebuntuan diplomatik melanda perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran akibat perselisihan sengit mengenai kepemilikan uranium yang diperkaya. Teheran secara tegas menolak tuntutan Washington untuk menyerahkan material sensitif tersebut sebelum sanksi ekonomi mereka dicabut.

Pemerintah AS mengajukan tiga proposal krusial, termasuk pembatasan total aktivitas nuklir dan pengakhiran blokade Selat Hormuz. Jalur pelayaran internasional tersebut menjadi kartu AS bagi Iran untuk menekan sekutu Barat di kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari Al Arabiya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkapkan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan meski persetujuan akhir belum tercapai. Titik paling krusial yang mengganjal kesepakatan berada pada status kepemilikan bahan baku pembuat bom nuklir tersebut.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]

"Saya pikir sekarang, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan bolak-balik, hal itu telah dibahas dengan jelas, tetapi kami masih belum mendapatkan persetujuan akhir dari sistem mereka hingga pagi ini," kata Rubio kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR AS.

Di sisi lain, Teheran bersikap keras tidak akan melimpahkan kendali nuklir mereka sebelum hak ekonominya dipulihkan. Blokade Selat Hormuz juga tetap dipertahankan sebagai benteng pertahanan terakhir melawan tekanan asing.

Ketegangan makin rumit setelah militer Iran meluncurkan serangan balasan yang menghantam infrastruktur penerbangan sipil di negara tetangga. Rudal Teheran menyasar bandara Kuwait hingga menimbulkan korban jiwa dan puluhan warga terluka.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]

Kendati situasi di lapangan masih membara, Washington secara sepihak menyatakan fase operasi militer skala besar mereka telah selesai. AS menilai kapabilitas tempur musuhnya sudah lumpuh total akibat serangan udara yang masif.

"Kami tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan di dalam Iran untuk melemahkan militer mereka, karena Epic Fury telah berakhir," kata Rubio kepada panel tersebut, menegaskan bahwa AS telah meraih kemenangan.

Pihak Pentagon merasa target strategis mereka untuk melucuti kekuatan ofensif pertahanan Iran telah terpenuhi secara masif. Operasi tersebut diklaim berhasil mereduksi secara signifikan persenjataan jarak jauh lawan.

baca juga

"Kami mendefinisikan kemenangan (AS) sebagai penghancuran basis industri pertahanan mereka, pengurangan signifikan jumlah peluncur rudal yang mereka miliki, pengurangan signifikan persediaan drone mereka," kata Rubio.

"Dan kami mencapai semua itu, selain menghancurkan apa yang tersisa dari angkatan udara mereka dan melenyapkan seluruh angkatan laut konvensional mereka."

Pihak Teheran menolak tunduk pada tekanan psikologis dan klaim sepihak yang dilontarkan oleh pemerintahan Donald Trump. Mereka menuntut kompensasi finansial berupa pencairan dana belasan miliar dolar yang dibekukan di bank luar negeri.

Negara Timur Tengah ini juga membantah narasi bahwa fasilitas pemrosesan uranium mereka akan dihancurkan secara total. Bagi Iran, kedaulatan teknologi nuklir merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar dalam meja diplomasi.

Krisis geopolitik ini berakar dari serangan mendadak yang dilancarkan koalisi AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Agresi militer tersebut memicu efek domino yang merusak stabilitas keamanan serta ekonomi di seluruh kawasan Teluk.

Dampak paling nyata dirasakan global melalui penutupan Selat Hormuz yang menghambat distribusi pasokan minyak mentah dunia. Blokade ini menjadi senjata ekonomi Iran untuk membalas blokade finansial yang diterapkan oleh Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Iran Hantam Bandara Kuwait, Teheran Klaim Eror Sistem Patriot AS

Rudal Iran Hantam Bandara Kuwait, Teheran Klaim Eror Sistem Patriot AS

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:15 WIB

Ketegangan Meningkat! Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Satu Orang Tewas

Ketegangan Meningkat! Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Satu Orang Tewas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:19 WIB

Terkini

Apakah Setelah Pakai Viva Milk Cleanser Perlu Cuci Muka? Ini Panduan yang Benar

Apakah Setelah Pakai Viva Milk Cleanser Perlu Cuci Muka? Ini Panduan yang Benar

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:50 WIB

Dear Pemerintah, Kenapa Tidak Maksimalkan Program yang Sudah Ada?

Dear Pemerintah, Kenapa Tidak Maksimalkan Program yang Sudah Ada?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:50 WIB

Stop Facial Tiap Bulan, Pakai 4 Serum Rekomendasi Dokter untuk Kecilkan Pori-pori

Stop Facial Tiap Bulan, Pakai 4 Serum Rekomendasi Dokter untuk Kecilkan Pori-pori

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:45 WIB

Menemukan 'Healing' Tipis-Tipis di Balik Jendela MRT dan LRT

Menemukan 'Healing' Tipis-Tipis di Balik Jendela MRT dan LRT

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:38 WIB

Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja

Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja

Jawa Tengah | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:37 WIB

Kursi Kosong yang Memicu Amuk Dewan: Saat Sekda Sumenep Dihantam Mosi Tak Percaya

Kursi Kosong yang Memicu Amuk Dewan: Saat Sekda Sumenep Dihantam Mosi Tak Percaya

Jatim | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:33 WIB

Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi

Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:32 WIB

4 Rekomendasi HP dengan RAM Besar dan Harga Terjangkau: Performa Lancar Cuma Rp1 Jutaan

4 Rekomendasi HP dengan RAM Besar dan Harga Terjangkau: Performa Lancar Cuma Rp1 Jutaan

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:31 WIB

Ulasan Kronik Burung Pegas: Kisah Kehilangan, Trauma, dan Dunia Surealis

Ulasan Kronik Burung Pegas: Kisah Kehilangan, Trauma, dan Dunia Surealis

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:30 WIB

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:28 WIB

×