Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran

M Nurhadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 08:01 WIB
Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran
Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com]
baca 10 detik
  • AS dan Israel sedang menyusun kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran untuk meredam krisis di Selat Hormuz.
  • Kesepakatan tersebut mencakup pelonggaran sanksi ekonomi dan pencairan aset Iran sebagai imbalan atas penghentian blokade maritim global.
  • Perjanjian taktis ini tidak menyelesaikan akar konflik utama seperti program nuklir dan rudal balistik milik negara Iran.

Suara.com - Operasi militer skala besar yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel awalnya dirancang untuk meruntuhkan rezim Republik Islam Iran. Namun, alih-alih tumbang, kedua belah pihak yang bertikai kini justru bergerak mendekati kesepakatan sementara.

Perjanjian ini diproyeksikan akan meninggalkan Iran dalam kondisi babak belur secara ekonomi, namun tidak sampai hancur total.

Berdasarkan rincian kesepakatan awal yang dibeberkan oleh sejumlah sumber yang familier dengan jalannya perundingan, Iran akan keluar dari perang ini dengan kondisi finansial yang porak-poranda serta basis industri militernya yang terdegradasi parah.

Harga minyak mentah merespon hal ini dengan penurunan tipis di angka US$95, sementara Brent di kisaran US$97.

Kendati demikian, dominasi kelompok garis keras Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) justru dinilai akan semakin tertancap kuat dalam konstelasi politik Teheran dibandingkan masa sebelum perang.

Sejumlah diplomat, pejabat, dan analis kawasan Timur Tengah menilai bahwa memorandum penghentian perang yang akan disepakati dalam waktu dekat ini bukanlah sebuah terobosan perdamaian yang abadi, melainkan hanya sebuah gencatan senjata jangka pendek.

Hasil akhir dari perundingan ini dipandang murni sebagai transaksi taktis demi membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz, meredam tekanan ekonomi di pasar finansial global, serta memberikan ruang bagi Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri secara politis dari perang, sembari menunda pembahasan isu-isu krusial yang lebih rumit di masa mendatang.

"Ada keberhasilan militer taktis yang luar biasa, namun sama sekali tidak ada keuntungan strategis yang fundamental. Tidak ada satu pun berkas masalah yang benar-benar telah diselesaikan," ujar Dennis Ross, mantan diplomat senior Amerika Serikat dalam analisisnya.

Sejak serangan udara bersama AS-Israel ditekankan ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu, Donald Trump menegaskan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk melenyapkan ancaman nyata dari program nuklir dan rudal balistik Iran. Namun, cetak biru memorandum baru yang bocor menunjukkan adanya kompromi yang sangat pragmatis.

baca juga

Di bawah nota kesepahaman tersebut, Iran bersedia mencabut blokade maritim di Selat Hormuz—yang merupakan urat nadi pasokan minyak mentah global.

Sebagai imbalannya, Teheran akan diberikan pelonggaran sanksi ekonomi terbatas serta pencairan aset-aset keuangan mereka yang selama ini dibekukan di luar negeri.

Bagi pejabat Iran, kesepakatan sempit ini dipandang sebagai strategi cerdas untuk membeli waktu, memulihkan stabilitas domestik, dan meredam gejolak ekonomi warga lokal tanpa harus menyerah pada isu kedaulatan yang sensitif.

Di sisi lain, Trump yang juga fokus pada persiapan Pemilihan Umum Paruh Waktu (Midterm Elections) Kongres AS pada November mendatang, membutuhkan pernyataan resmi yang dapat diklaim sebagai keberhasilan dalam menekan stok uranium kadar tinggi Iran.

Meskipun demikian, akar utama konflik sebenarnya tetap tidak tersentuh. Iran tetap menolak menghentikan program pengayaan uranium, Washington enggan memberikan jaminan keamanan, dan Israel tetap bersikap agresif terhadap musuh yang dianggap sebagai ancaman eksistensial tersebut.

Dua sumber regional mengungkapkan bahwa Trump kemungkinan besar hanya akan membawa pulang kesepakatan gencatan senjata berdurasi pendek dengan klausul nuklir yang multitafsir. Sementara itu, kendali atas Selat Hormuz dinilai akan tetap berada di tangan militer Teheran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat

Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 07:56 WIB

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Video | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:00 WIB

Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran

Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:04 WIB

Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila

Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:53 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB

Timnas Iran Segera Kantongi Visa Jelang Piala Dunia 2026

Timnas Iran Segera Kantongi Visa Jelang Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Sumbar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

×