Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan
Ilustrasi polusi Jakarta. (unsplash.com/@niki_likomanov)
baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta dan BMKG meluncurkan sistem peringatan dini kualitas udara untuk memantau polusi di seluruh kecamatan Jakarta.
  • Teknologi SILAM Urban memetakan enam jenis polutan secara detail untuk menyediakan prakiraan kualitas udara tiga hari ke depan.
  • Masyarakat dapat memanfaatkan data tersebut untuk melakukan tindakan pencegahan kesehatan serta menyesuaikan aktivitas harian demi menghindari paparan polusi.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) kualitas udara demi melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman pencemaran udara.

Sistem ini memungkinkan warga Jakarta mengetahui prakiraan kondisi kualitas udara hingga tiga hari ke depan, sehingga dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal.

BMKG mengembangkan sistem prakiraan tersebut melalui teknologi pemodelan kualitas udara berbasis spasial bernama SILAM Urban, yang mampu memetakan kondisi polusi secara rinci hingga radius satu kilometer dengan cakupan seluruh 44 kecamatan di Jakarta.

Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG, Albert C Nahas, menjelaskan bahwa SILAM Urban dibangun menggunakan data inventori emisi lokal, mulai dari emisi sektoral hingga emisi polutan.

“Informasi yang dihasilkan mencakup enam jenis polutan utama, termasuk PM2.5. Melalui SILAM Urban, masyarakat dapat melihat peta kualitas udara per kecamatan di Jakarta, tren ISPU hingga tiga hari ke depan, kondisi meteorologi, peringkat kecamatan berdasarkan kualitas udara, hingga grafik konsentrasi polutan yang memudahkan pemantauan kualitas udara sehari-hari,” ujar Albert, mengutip laman resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyebut pengembangan EWS kualitas udara merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat upaya pencegahan pencemaran udara sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.

“EWS kualitas udara ini kami siapkan sebagai instrumen pencegahan. Dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan, sementara masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah perlindungan diri sejak dini,” jelas Dudi.

Dudi menambahkan bahwa informasi prakiraan kualitas udara akan sangat bermanfaat bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat gangguan pernapasan.

Warga yang mendapati prakiraan kualitas udara memburuk disarankan mengambil langkah antisipatif, seperti mengenakan masker atau mengurangi aktivitas di luar ruangan.

baca juga

“Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan BMKG ini diharapkan menghadirkan sistem informasi kualitas udara yang lebih akurat, prediktif, dan mudah diakses masyarakat, sehingga warga memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap risiko pencemaran udara,” tandas Dudi.

Sebagaimana diketahui, kualitas udara Jakarta memang masih sering mendapat sorotan karena kadar tercemarnya yang cukup tinggi.

Contohnya seperti hari ini, di mana Jakarta masih masuk kategori lima besar kota di dunia dengan kualitas udara terburuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:33 WIB

Media Korsel Kaitkan Shin Tae-yong dengan Persija Jakarta

Media Korsel Kaitkan Shin Tae-yong dengan Persija Jakarta

Bola | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:53 WIB

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:46 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×